JurnalPatroliNews – Jakarta – Perusahaan otomotif global asal Belanda, Stellantis, mengumumkan langkah besar yang mengejutkan pasar kerja di Amerika Utara.
Akibat kebijakan tarif tinggi Presiden Donald Trump yang menyasar industri otomotif, perusahaan memutuskan untuk menghentikan operasi sementara di beberapa fasilitasnya dan merumahkan ratusan pekerja di Amerika Serikat.
Langkah ini termasuk penghentian produksi selama dua minggu di pabrik Kanada dan penghentian produksi penuh selama bulan April di fasilitas Meksiko. Sementara itu, sebanyak 900 karyawan di AS dirumahkan secara sementara.
Kepala Stellantis wilayah Amerika Utara, Antonio Filosa, menjelaskan bahwa sekitar 4.500 pekerja di Kanada juga terdampak oleh penyesuaian produksi ini.
“Kami sedang melakukan evaluasi atas dampak jangka menengah hingga panjang dari kebijakan tarif ini, namun kami juga harus mengambil langkah cepat demi kelangsungan operasional,” kata Filosa dalam pernyataan resmi, Jumat, 4 April 2025, dikutip dari CBS News.
Meskipun para pekerja di pabrik Meksiko masih diharuskan hadir, tidak akan ada proses produksi kendaraan selama penundaan tersebut berlangsung.
Pemerintah AS Optimistis, Pasar Finansial Beri Sinyal Sebaliknya
Sementara itu, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengutarakan optimisme tinggi terkait efek kebijakan tarif ini. Ia mengklaim bahwa kebijakan tersebut mulai membuahkan hasil, dengan janji investasi besar-besaran ke dalam negeri.
“Kami telah menerima komitmen investasi hingga 5 triliun dolar AS. Ini akan memicu gelombang pembangunan pabrik-pabrik baru yang menciptakan pekerjaan bagi rakyat Amerika,” ungkap Lutnick.
Lutnick menyebut bahwa proses pembangunan sudah mulai berjalan, dan pengangguran akan turun seiring kembalinya aktivitas industri domestik.
Namun di sisi lain, pasar saham AS mengalami guncangan signifikan. Indeks S&P 500 mencatat penurunan harian terburuk sejak awal pandemi, yakni sebesar 4,8%, sementara Nasdaq 100 amblas hingga 6%.
Presiden Trump tetap yakin langkahnya akan membawa dampak positif besar bagi ekonomi negeri Paman Sam. Dalam pernyataannya di halaman selatan Gedung Putih, ia mengklaim bahwa:
“Kita sedang menyaksikan masuknya hampir 7 triliun dolar AS dalam bentuk investasi ke Amerika. Hasilnya akan terlihat dalam waktu dekat.”
Nasib Pekerja dan Masa Depan Industri Masih Tanda Tanya
Meski pemerintah menunjukkan sikap optimistis, ketidakpastian masih membayangi para pekerja industri otomotif yang terdampak. Mereka kini menunggu kejelasan arah kebijakan jangka panjang dan bagaimana nasib industri otomotif akan dibentuk ulang di bawah tekanan tarif dan relokasi produksi.
Komentar