Zelensky Mengaku Sempat Meremehkan Kemungkinan Invasi Rusia, Hingga Tidak Memberikan Peringatan Kepada Warganya

JurnalPatroliNews – Jakarta –Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku sempat meremehkan kemungkinan invasi Rusia hingga tidak memberikan imbauan kepada warganya lantaran khawatir dapat memicu kepanikan.Hal itu ia ungkap dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post yang diterbitkan pada Selasa (16/8). Zelensky mengaku peringatan Amerika tentang serangan Rusia adalah hal yang berlebihan.

Peringatan AS muncul ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengumpulkan lebih dari 100 ribu tentara di sepanjang perbatasannya dengan Ukraina pada Januari.

“Saya presiden Ukraina. Saya ada di sini dan saya pikir saya tahu detailnya lebih baik di sini,” ujar Zelensky.

Menurut Zelensky, munculnya ancaman perang akan memicu kepanikan di pasar dan sektor keuangan yang dapat merugikan negara.

Sehingga dengan memberikan peringatan perang akan membuat warga Ukraina menyimpan makanan dan uang hingga menjadi kemenangan cepat bagi Rusia.

“Anda tidak bisa begitu saja mengatakan kepada saya, ‘Dengar, Anda harus mulai mempersiapkan warga sekarang dan memberi tahu mereka bahwa mereka perlu menyimpan uang, mereka perlu menyimpan makanan,’” kata Zelensky.

“Jika kami menyampaikan itu, maka saya akan kehilangan 7 miliar dolar AS sebulan sejak Oktober lalu, dan pada saat Rusia menyerang, mereka akan mengalahkan kami dalam tiga hari,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Zelenksy mengungkap ia telah diberi informasi intelijen AS secara terperinci sejak awal tentang rencana invasi Rusia. Direktur CIA William Burns diam-diam mengunjungi Zelensky pada pertengahan Januari, berbagi informasi intelijen bahwa Rusia berencana untuk bergerak cepat dari Belaru ke Kyiv.

Menurut Burns, Rusia berencana untuk mengambil alih Bandara Antonov di Hostomel, di luar Kyiv, dan menggunakannya untuk menerbangkan pasukan yang akan digunakan untuk menggulingkan pemerintah Ukraina.

Komentar