JurnalPatroliNews – Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto terus diperluas ke berbagai komunitas pekerja. Kali ini, layanan tersebut menyasar pengemudi ojek online melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan di kantor Gojek, kawasan Kemang Timur, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026).
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan CKG sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin hak masyarakat atas layanan kesehatan dasar.
Ia mengapresiasi langkah GOTO yang menggandeng Puskesmas Mampang Prapatan untuk memfasilitasi pemeriksaan kesehatan bagi para mitra pengemudi. Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan arahan Presiden dalam memperluas akses layanan kesehatan yang mudah dan gratis.
“Ini adalah inisiatif yang patut diapresiasi karena mendukung langsung kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait cek kesehatan gratis bagi masyarakat,” kata Teuku Riefky di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, CKG merupakan pengejawantahan amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menjamin hak kesehatan setiap warga negara. Program ini telah berjalan sejak 10 Februari 2025 dan hingga kini telah dimanfaatkan oleh sekitar 70 juta orang, dengan target menjangkau 136 juta warga sampai akhir 2026.
Teuku Riefky menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan dalam program CKG tidak dipungut biaya dan dapat diikuti sekali setiap tahun. Ia juga menyebutkan adanya penyempurnaan sistem, di mana layanan kini dapat diakses kapan saja tanpa harus menunggu momen tertentu.
Salah satu inovasi utama program ini adalah pendekatan jemput bola. Jika sebelumnya masyarakat mendatangi puskesmas, kini tenaga kesehatan justru hadir langsung di tengah komunitas.
“Ini menunjukkan negara benar-benar hadir untuk rakyat. Periksa hari ini agar tetap sehat di masa depan,” ujarnya.
Ia menilai program ini sangat relevan bagi pengemudi ojek online yang memiliki mobilitas dan aktivitas fisik tinggi setiap hari. Deteksi dini dinilai penting agar para pengemudi tetap produktif dan mampu menopang kebutuhan keluarga.
Dalam pelaksanaannya, proses pemeriksaan berlangsung singkat dan efisien, sekitar 15 hingga 20 menit, mulai dari skrining awal, konsultasi, hingga edukasi kesehatan.
Hasil pemeriksaan dibagi dalam tiga kategori. Peserta dengan kondisi sehat menerima rapor hijau. Peserta dengan rapor kuning mendapatkan obat gratis selama 15 hari untuk penyakit dasar seperti hipertensi, obesitas, dan diabetes. Sementara peserta dengan rapor merah akan dirujuk untuk penanganan lanjutan melalui BPJS Kesehatan.
“Program ini tidak berhenti pada pemeriksaan saja, tetapi juga menyediakan pengobatan dan tindak lanjut,” tegasnya.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan terus menyempurnakan pelaksanaan CKG dengan memperluas jangkauan layanan berbasis komunitas, termasuk kelompok pekerja sektor transportasi daring.
Program ini pun disambut positif oleh para pengemudi. Yohana, salah satu mitra Gojek, mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.
“Kami jadi tahu kondisi tubuh dan apa yang harus dijaga ke depannya. Terima kasih untuk pemerintah dan Gojek, semoga kami selalu diberi kesehatan,” ujarnya.














