Nakes Pusat, Pemerintah Cairkan Insentif Rp 4,66 Triliun untuk 600.000 Nakes

  • Whatsapp
Sebuah kalimat penyemangat tertulis di hazmat salah satu tenaga kesehatan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2021). - Antara

JurnalPatroliNews Jakarta – Kementerian Keuangan telah mencairkan Rp4,66 triliun sebagai insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) pada tahun ini. Pencairan insentif ini terdiri dari tunggakan tahun lalu Rp1,48 triliun dan realisasi untuk 2021 sebesar Rp3,18 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, realisasi ini diberikan kepada nakes pusat yang administrasinya berada di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Total insentif ini diberikan kepada lebih dari 600 ribu nakes pusat, di luar dari insentif bagi nakes yang ada di daerah.

Bacaan Lainnya

“Pemerintah dari Kemenkes sudah mencairkan Rp1,48 triliun untuk 200,5 ribu nakes yang memang berada di bawah administrasinya Kemenkes,” ungkap Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (21/7/2021).

 

Dia menjelaskan, insentif telah diberikan kepada 416.360 nakes. Selain itu, pemerintah juga telah menyalurkan santunan kematian bagi 167 nakes yang meninggal dunia dengan total realisasi Rp50,1 miliar.

Sementara bagi nakes di daerah, realisasi pencairan insentif yang berasal dari Biaya Operasi Kesehatan (BOK) tambahan sebesar Rp245,01 miliar kepada 50.849 nakes, dan dari earmark DAU/DBH Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp1,79 triliun kepada 23.992 nakes.

“Ini tentu masih sangat kecil dibandingkan yang kalau kita lihat tahun lalu jumlah nakes di daerah bisa mencapai 848 ribu. Kita lihat yang dibayarkan sekarang baru 50.849 plus 23.991 nakes atau baru 21%,” bebernya.

Menkeu sudah memberikan intruksi kepada pemerintah daerah mengenai masih lambanya pencairan insentif nakes. “Masih ada dispute dan ini ada timnya pusat dan daerah biar clear dibayarkan karena alokasi anggarannya kita sudah alokasikan,” pungkasnya.

(*/lk)

Pos terkait