Omicron Merebak, Tingkat Keterisian RS di Jakarta 12%, Ini Penjelasan Kadinkes DKI

(Foto:AP)

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kadinkes DKI Widyastuti mengatakan sebagian besar pasien kasus Omicron yang dialami pasien COVID-19 bergejala ringan. Kini keterisian tempat tidur di RS DKI Jakarta baru terisi 12 persen.

“Alhamdulillah sebagian besar, hampir 95% itu tanpa gejala, yang lainnya gejala ringan, dan sampai dengan sekarang tidak ada yang terlaporkan sampai berat  maupun wafat untuk kasus omicron. Jadi seperti teori dan berbagai laporan bahwa di kita itu tingkat kesembuhannya tinggi dan tanpa gejala, atau gejala ringan,” kata Widyastuti dalam diskusi bertajuk Bersiap Hadapi Gelombang Omicron yang disiarkan di YouTube MNC Trijaya, Sabtu (15/1/2022).

Bacaan Lainnya

Widyastuti mengatakan Pemprov DKI pada saat terjadi gelombang varian delta pada tahun lalu sempat membuka kapasitas tempat tidur di RS hingga 13.000 tempat tidur untuk pasien COVID-19.

Sementara itu saat ini jumlah kasus corona di DKI masih melandai. Saat ini kapasitas tempat tidur di RS DKI dibuka 5.000, tetapi tingkat ketersiannya atau bed occupacy rate (BOR) di sekitar 12 persen. 

“Kapasitas tempat tidur saat ini di kita sekitar 5 ribu sampai 6 ribu, tingkat keterisiannya itu dikisaran angka 12%, saat ini kapasitas tempat tidur di RS DKI belum dibuka maksimal.” ungkapnya.

Dikatakannya,  Saat ini Pemprov DKI juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah wilayah aglomerasi Jabodetabek terkait penanganan pasien COVID-19. Selain itu pihaknya juga terus meningkatkan tracing, testing dan treatment serta memperkuat vaksinasi.

“Jadi untuk 3T sendiri kami tetap komit bahwa untuk testing kita tingkatkan, dan sebagai informasi kami per pekan kita men-testing sekitar kasus baru itu sekitar 90.000 lebih. Jadi kami tetap berkomitmen itu sesuai standar WHO, bahkan melampaui. Jadi kami sekitar 9 kali standar WHO,” ujarnya.

Sementara itu, Widyastuti mengatakan tracing juga akan digencarkan Dinkes DKI. Ia menyebut sebelum adanya transmisi lokal di wilayah Krukut, ada pula kasus transmisi lokal di salah satu asrama di DKI. Awalnya kasus itu diketahui berdasarkan laporan lab PCR di daerah lain tetapi memiliki asrama di DKI. Namun Widyastuti mengatakan asrama tersebut tertutup atau inklusif.

“Sebenarnya (transmisi) lokal di kita bukan hanya di Krukut, Sebelumnya sudah pernah teridentifikasi ada salah satu lab, lab ini bukan di DKI, lab rujukan untuk layanan PCR, labnya ada di provinsi tetangga, ada di dua provinsi tetangga, tetapi yang bersangkutan mempunyai asrama di daerah Jakarta. Jadi itu identifikasi juga sebagai kasus di DKI yang pertama sebelum masalah Krukut,” ujarnya.

Sebelumnya, kasus positif COVID-19 varian Omicron di DKI Jakarta kembali bertambah. Tercatat, kasus Omicron mencapai 725 orang yang didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri.

“Dari 725 orang yang terinfeksi (Omicron), 75 persennya atau sebanyak 545 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 180 lainnya adalah transmisi lokal,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia dalam keterangan tertulis, Jumat (14/1/2022).

Dwi juga melaporkan kenaikan kasus positif harian COVID-19 di Jakarta sebanyak 554 orang. Total kasus aktif di Jakarta saat ini mencapai 3.325 orang.

Pos terkait