Satgas Covid-19 Waspadai Teori Ping Pong dari Sumatera ke Jawa

 JurnalPatroliNews РJakarta,РKetua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, pihaknya mengantisipasi terjadinya teori ping pong kasus Covid-19 antara Pulau Jawa dan Sumatera akibat arus mudik-balik Lebaran.

Doni Monardo menyatakan, Sumatera mengalami lonjakan kasus aktif Covid-19 dalam satu bulan terakhir sehingga warga yang pulang kampung lebih awal berpotensi membawa balik virus ketika pulang ke kota asal.

“Kami perlihatkan bahwa betul Sumatera mengalami tren kenaikan selama satu bulan terakhir ini, sementara di Jawa angkanya relatif landai. Kami tidak ingin teori ping pong ini terjadi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (15/5).

Menurut Doni Monardo, saat ini angka kasus aktif di Sumatera memang sudah melandai tapi ia mengimbau semua pihak untuk tetap waspada.

“Kami baru merasa pasti mungkin pada awal minggu kedua Juni mendatang, baru kita bisa buktikan keberhasilan kita dalam penanganan pandemi Covid-19,” katanya.

Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry, total 440.014 orang bergerak dari Merak menuju Bakauheni. Mereka diprediksi kembali ke Pulau Jawa dalam waktu yang hampir bersamaan.

Satgas Covid-19 menyatakan akan mengantisipasi potensi penularan akibat arus balik ini. Salah satunya dengan memastikan ketersediaan alat rapid test antigen.

Selain stok yang ada di wilayah Sumatera, Satgas Covid-19 tengah mengirim pasokan dari Pulau Jawa. Selain itu, pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak memastikan kesiapan angkutan transportasi penyeberangan.

“Kami mengoptimalkan seluruh kapal feri yang ada sebanyak 69 unit, kemudian dermaga diminta operasi full sebanyak tujuh dermaga, kemudian logistik yang ada di semua pos pemeriksaan baik yang ada di ruas jalan tol, non tol, dan Pelabuhan Bakauheni kami harapkan bisa optimal,” jelas Doni Monardo.

Doni Monardo menyebut rumah sakit, ruangan tes swab hingga isolasi juga disiapkan bagi pelaku perjalanan yang reaktif virus corona.

“Mereka yang reaktif dengan swab antigen maka akan dibawa ke ruang isolasi. Di sini pemerintah Provinsi Lampung siapkan beberapa fasilitas wisma dan rusun yang ada. Kalau masih kurang pemerintah pusat akan memberikan dukungan untuk siapkan hotel dan losmen yang tersedia di Lampung dan sekitarnya,” tandas Doni Monardo.

(askara)

Komentar