Jangankan Makan di Tempat 20 Menit, Satu Menit Saja Bisa Tularkan Covid-19

  • Whatsapp
Ilustrasi restoran (Dok Pixabay)

 JurnalPatroliNews – Jakarta,– Pemerintah memutuskan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Jawa dan Bali mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 mendatang.

Dalam aturannya, warung makan kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai pukul 20.00 WIB dengan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 20 menit.

BACA JUGA :

Aturan tersebut tertuang dalam kebijakan tersebut yang diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 dan Level 3 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Terkait hal itu, Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, pemantauan makan di tempat selama 20 menit sulit dilakukan. Bahkan, kata Dicky penularan Covid-19 cukup membutuhkan waktu cukup satu menit saja.

“Yang jelas sebetulnya, jangankan 20 menit, sekarang saja satu menit saja sudah cukup untuk menularkan secara dekat. Jadi inilah, sulit saya menjelaskannya ya karena kondisinya sudah berat ini di kesehatan, di ekonomi, di sosial,” kata Dicky dalam keterangan yang diterima, Selasa (27/7).

Dicky meminta pemerintah agar mencarikan opsi maupun solusi lain untuk para pedagang kecil di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Kalau kesehatan ada? Ya ada, tapi sangat terpinggirkan, lebih sudah kalah sama ekonominya. Jadi menurut saya, saat ini adalah bahwa karena nggak mungkin juga ada solusi lain untuk pedagang kecil ini oleh pemerintah. Sekarang pemerintah yang harus membuat opsi, solusi, kompensasi, namanya. Dengan cara apa? Ya 3T, vaksinasi, visitasi juga lakukan,” tuturnya.

Opsi lain untuk para pedagang, kata Dicky, bisa dilakukan dengan cara membungkus makanan saja, tidak dengan makan di tempat. Pasalnya, dengan makan di tempat maka akan berpotensi menularkan Covid-19.

“Atau kalau memungkinkan sebetulnya ya dibungkus, hal-hal makanan begitu bukan makan di tempat, tapi dibungkus. Nah ini juga kan, siapa yang bisa memantau antriannya? Itu sulit sekali, ini tidak praktis,” pungkas Dicky.

Pos terkait