Sabtu, 14 September 2019 20:18 WIB

TRAVEL

10 Bali Baru, Angin Segar untuk Sektor Utama Ekonomi Nasional

Beno - jurnalpatrolinews
10 Bali Baru, Angin Segar untuk Sektor Utama Ekonomi Nasional Foto : Mandalika, salah satu destinasi yang akan menjadi Bali Baru (Foto : iNews.id/Vien Dimyati)

JurnalPatroliNews - Jakarta,-- Keindahan Pulau Dewata Bali sudah tersohor hingga mancanegara. Keindahan pantai, pegunungan hingga budayanya mampu memikat wisatawan.

Berwisata ke Bali, mungkin sudah biasa. Kini, Pariwisata Indonesia memiliki calon Bali Baru. Bali Baru ini tidak kalah cantik dibanding pulau yang dikenal dengan tarian Kecaknya ini. Keindahan alam, budaya, hingga kulinernya dijamin mampu memikat wisatawan mancanegara.

Tidak tanggung-tanggung, akan ada 10 Destinasi Bali Baru yang akan menjadi ikon pariwisata Indonesia. Bahkan, menjadi angin segar bagi perekonomian nasional. Sepuluh destinasi tersebut adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Pulau Seribu, Candi Borobudur, Mandalika, Gunung Bromo Tengger, Wakatobi, Labuan Bajo, dan Morotai.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, masing-masing destinasi ini memiliki pesonanya tersendiri. Bahkan, 10 Destinasi Bali Baru ini akan menjadi andalan sektor utama ekonomi nasional ke depannya. Tetapi, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan utilitas Bali Baru ini dipilih empat destinasi yang dijadikan super prioritas.

Keindahan Candi Borobudur (Foto : Dok Kemenpar)

Empat destinasi super prioritas tersebut adalah Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, dan Mandalika. Kemudian, muncul calon Bali Baru lainnya, yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, Sulawesi Utara.

"Pada awalnya pemerintah menetapkan empat destinasi pariwisata super prioritas yakni Labuan Bajo, Danau Toba, Borobudur dan Mandalika. Namun, berdasarkan usulan terbaru Presiden Joko Widodo jumlah destinasi pariwisata prioritas ditambah dengan memasukkan KEK Likupang. Pertimbangannya cukup banyak. Likupang memiliki prospek sektor pariwisata yang berbeda dan sangat menjanjikan," kata Menpar Arief Yahya, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pariwisata Jadi Sektor Utama Ekonomi Nasional

Dalam beberapa kesempatan, Presiden Joko Widodo mengatakan, sektor pariwisata Indonesia memiliki potensi besar untuk memikat wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia. Menurut Presiden Jokowi, sektor pariwisata Indonesia yang sangat menjanjikan dapat menimbulkan multiplier effect yang positif terutama di bidang perekonomian.

“Kita harapkan pada 2020, devisa dari pariwisata bisa melampaui CPO yang saat ini masih nomor satu penyumbang devisa di Indonesia. Pariwisata akan menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia. Dan yang paling kita senangi, efek ekonomi dari pariwisata bisa menetes sampai ke bawah," kata Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan riset Bank Dunia, pariwisata menjadi salah satu bisnis utama atau 'core business' Indonesia. Pariwisata menjadi penyumbang PDB, devisa serta lapangan kerja paling besar dan mudah.

Salah satu Pantai di Mandalika (Foto : iNews.id/Vien)

Setelah pariwisata Indonesia ditetapkan sebagai leading sector, geliatnya terlihat maju dan signifikan. Bahkan, pemerintah menargetkan pendapatan devisa pariwisata tahun 2019 ini sebesar US$20 miliar atau naik sekitar 17,6% dari penerimaan devisa tahun 2018 yang sebesar US$ 17 miliar.

Pendapatan devisa tahun lalu tersebut naik 13,3% dari tahun sebelumnya di mana pada 2017 penerimaan devisa dari pariwisata sebesar US$17 miliar.

Menpar Arief Yahya menambahkan, angka proyeksi perolehan devisa sebesar US$17,6 miliar pada 2018 akan menempatkan sektor pariwisata berada di posisi teratas sebagai penghasil devisa. Setidaknya, sejajar dengan sawit yang saat ini berada di posisi teratas dengan nilai ekspor tahun 2018 diperkirakan mencapai US$17 miliar.

5 Bali Baru Jadi Wisata Kelas Dunia

Lima Destinasi Bali Baru, yakni, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur, dan Likupang dipastikan akan menjadi destinasi wisata kelas dunia. Destinasi ini, tak hanya menjadi andalan perekonomian daerah, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia di mata dunia.

Presiden RI Joko Widodo dan para menteri mengunjungi Danau Toba (Foto : Dok. Kemenpar)

Untuk menjadikan Bali Baru ini menjadi destinasi wisata kelas dunia, pemerintah tidak main-main. Sebab, pembangunan infrastruktur pariwisata di lima destinasi super prioritas ini mendapat anggaran sebesar Rp9,35 triliun. Pembangunannya dipastikan akan kelar pada 2020.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah menambahkan anggaran Rp6,35 triliun untuk 4 destinasi super prioritas dengan rincian; Danau Toba Rp2,2 triliun, Borobudur Rp2,1 triliun, Labuan Bajo Rp300 miliar, dan Mandalika Rp1,9 triliun. "Harapannya, destinasi super prioritas ini memiliki dampak bagi perkonomian nasional," kata Menpar.

[inews]


KOMENTAR