Rabu, 10 Juli 2019 21:35 WIB

PARENTING

Cara Ajari Anak Susah Bila Berbagi Mainan

E. Wardiyanto - jurnalpatrolinews
Cara Ajari Anak Susah Bila Berbagi Mainan Foto : Ilustrasi anak bermain

JURNALPATROLINEWS – Anak-anak, terutama yang masih di usia balita susah untuk berbagi atau meminjamkan mainan kepada temannya. Sebaiknya orang tua jangan memaksa agar anak berbagi mainan. Hal ini hanya akan membuat anak tantrum. Lantas bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi anak susah berbagi mainan?

Berikut ini cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan anak berbagi mainan menurut Dr. Laura Markham, psikolog klinis yang mendirikan Aha! Parenting sekaligus penulis Peacefull Parent, Happy Kids Workbook.

1. Tekankan Prinsip “Giliran”

Ajarkan anak-anak tentang arti giliran dan praktikkan di rumah. Sebagai contoh, Anda bisa mengajaknya bermain dengan prinsip giliran. Biasanya dengan alasan karena “masih kecil”, anak-anak mendapat giliran duluan atau sesuka hatinya. Nah, hilangkan cara ini dan ikuti aturan tentang siapa dulu yang boleh bermain dan berapa lama. Contohkan pula bila gilirannya habis, maka ia harus memberikan mainan itu pada Anda, begitu juga sebaliknya.

Dengan begini, ketika sedang bermain dengan anak lain, anak Anda akan terbiasa dengan prinsip giliran. Ia akan dapat mengendalikan impulsnya untuk tidak merebut mainan yang dipegang temannya hanya karena ia menginginkannya. Ia juga bisa memperlakukan temannya yang menginginkannya mainannya dengan cara yang sama.

2. Ajari Membela Diri Sendiri

Anak-anak tidak perlu diberi tahu kapan giliran mereka habis dan harus segera berbagi mainan mereka dengan orang lain. Jika orang tua terlalu cepat dan banyak ikut campur, kesempatan anak-anak untuk belajar membela diri sendiri dan berkompromi akan hilang.

Oleh karenanya, ajarkan mereka untuk membela diri dengan mengucapkan kalimat yang tepat saat temannya meminta mainannya. Mengajari anak cara meminta giliran, cara menunggu, dan cara bergiliran adalah pengalaman belajar.

Ketika mereka tidak dipaksa untuk berbagi, kesabaran, empati, dan keterampilan sosial mereka akan terlatih. Mereka akan menangani situasi yang lebih kompleks secara emosional ketika mereka tumbuh dewasa.

3. Mendorong Membuat Aturan

Ajarkan anak untuk membuat aturan tentang giliran bila bermain bersama. Anda bisa mencontohkan kalimat berikut, “Gantian ya. Kalau aku udah selesai, kamu boleh pinjam.”

Itulah tiga cara yang bisa Anda lakukan untuk mengajari anak susah berbagi. Daripada memaksa anak untuk berbagi, lebih baik Anda memberikan pemahaman kepada anak dengan contoh dan bahasa yang mudah dipahami anak.

(YN)


Berita Terkait
KOMENTAR