Jumat, 03 Mei 2019 16:53 WIB

KULINER

Lemang Kantong, Suguhan Kenduri Adat dari Kerinci

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Lemang Kantong, Suguhan Kenduri Adat dari Kerinci Foto : Lemang Kantong Semar. Sumber foto: Pesona Indonesia

Jurnalpatrolinews - Jambi, Kerinci, salah satu wilayah di dataran tinggi Provinsi Jambi ini memiliki banyak keunggulan yang menarik hati. Tidak hanya alamnya saja yang membuat mata mengagumi ciptaan Tuhan sehingga orang menyebutnya ‘sekepal tanah dari surga’. Namun, wilayah yang berada di perbatasan Sumatera Barat ini memiliki keragaman kuliner daerah yang memanjakan lidah.

Wisata alam yang wajib disinggahi saat mengunjungi Jambi yakni ada Gunung Kerinci si ‘atap Sumatera’, dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut. Ada juga Danau Kerinci yang berada di Desa Sangaran Agung.

Urusan kuliner, Lemang Kantong akan menjadi ekspedisi kuliner yang mengasyikan di Jambi. Namun sayangnya, kuliner dengan bahan dasar tanaman Kantong Semar dan beras ketan ini tak setiap saat bisa dinikmati. Lemang Kantong hanya disuguhkan saat acara perayaan besar saja, salah satunya Kenduri Adat.

Masyarakat setempat lebih mengenal dengan Kacung Beruk Lemang. Terbuat dari perpaduan tanaman Kantong Semar sebagai wadahnya, beras ketan yang dikukus di dalam Kantong Semar dan dipadukan dengan santan kelapa dan garam. Biasanya, makanan ini disajikan dengan gulai atau kuah kacang. Perpaduan itu membentuk cita rasa yang gurih dan lezat di lidah.

Kantong Semar sendiri merupakan sejenis tumbuhan karnivora yang memakan serangga. Kantung semar hidup dengan cara menjebak mangsanya. Hal ini terjadi karena tuntutan lingkungan yang minim fosfor dan nitrogen. Sebagai bentuk evolusi, tanaman karnivora mengubah protein yang awalnya dipakai untuk menangkal penyakit menjadi enzim yang dapat membantu mencerna serangga yang terperangkap. Prosesnya, mangsa akan mati saat masuk ke dalam kantung. Katup akan segera menutup dan mangsa tenggelam ke dalam kantung yang berisi air.

Lemang Kantong sebetulnya merupakan makanan pengganti nasi. Namun tak setiap hari bisa dijumpai panganan unik ini. Sebab, lemang Kantong Semar hanya dimasak dan disantap di hari-hari khusus saja, misalnya pada acara Kenduri Adat Sko yang berlangsung pada bulan Agustus atau September.

Dalam proses pembuatannya, tanaman Kantong Semar yang dipetik, batangnya tidak boleh dihilangkan. Hal ini berguna agar tidak bocor dan bisa menampung isiannya. Setelahnya, Kantong Semar di cuci hingga bersih. Beras Ketan dicampur dengan air santan dan garam dimasukkan ke dalam Kantong Semar. Lalu dikukus dalam panci hingga matang.

Lemang Kantong khas Kerinci yang tak bisa disantap setiap saat ini, karena keunikan dan kelezatannya, pada tahun 2017 dinobatkan sebagai panganan tradisional yang memperoleh Anugerah Pesona Indonesia II.


KOMENTAR