JPNews
Kamis, 06 Desember 2018 01:07 WIB

INSPIRASI DAN UNIK

Mengulik Asal-usul Tanjakan Gombel, Lokasi Kecelakaan Novelis Nh Dini

Eka Wardiyanto - jurnalpatrolinews
Mengulik Asal-usul Tanjakan Gombel, Lokasi Kecelakaan Novelis Nh Dini Foto : Nh Dini

JURNALPATROLINEWS - Kabar duka kembali merundung dunia sastra Indonesia. Sore tadi, Selasa (4/12/2018), novelis Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin alias Nh Dini dikabarkan meninggal dunia. Kabar duka ini disampaikan oleh sastarawan Goenawan Mohamad melalui sebuah postingan twitter.

Wafat, Nh Dini. Kabar yg saya terima karena kecelakaan mobil. Novelis kelahiran 1936 ini sastrawan terkemuka dari generasi yg muncul pertama kali di majalah Kisah. Karyanya: Pada Sebuah Kapal, Namaku Hiroko. Semoga ia beristirahat dalam damai,” tulis Goenawan.

Dini yang juga merupakan ibu kandung Pierre Coffin, seorang animator sekaligus pencipta karakter “Minions” ini, dikabarkan mengalami kecelakaan mobil di Jalan Gombel, Semarang.

Mengutip pernyataan yang disampaikan oleh Br. Heri, kepala Bruder Wisma Lansia Harapan Asri Banyumanik Semarang, mobil Nh Dini tertimpa muatan truk yang berada di depan mobilnya saat berada dalam perjalanan pulang dari treatment tusuk jarum.

Beliau meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Gombel. Diduga gegar otak. Meninggalnya pukul 16.00 WIB. Saat ini jenazah masih disucikan di RS Elizabeth untuk disemayamkan di Wisma Lansia Harapan Asri. Besok setelah pukul 12.00 WIB, jenazah akan dikremasi di pemakaman Kedungmundu Semarang,” tutur Br. Heri, seperti dikutip dari akun Instagram @kinantikinasihbookstore.

Selama ini, Jalan Gombel memang dikenal sebagai salah satu tempat terangker di Kota Semarang. Nama ‘Gombel’ sendiri dicetuskan ketika Kiai Pandan Aran berziarah di sebuah makam di Gunung Jabalkat. Kala itu, Kia Pandan melewati tanjakan terjal dan curam. Sejak saat itulah tanjakan tersebut dikenal dengan nama Tanjakan Gombel.

(Tanjakan Gombel, Foto: r_a_sutrisna/Instagram)

Pada masa kolonial, kawasan Gombel digunakan sebagai area kuburan. Tak heran jika banyak masyarakat Tionghoa yang menentang pembangunan jalan di daerah tersebut. Bukan tanpa sebab, menurut kepercayaan dan adat China, memindahkan jenazah tidak bisa sembarang dilakukan. Setelah melewati proses negosiasi, akhirnya penguasa wilayah tersebut, Mr Baron van Heeckeren mengusulkan agar kuburan di sekitar tanjakan Gombel itu hanya diperuntukkan bagi kerabat dekat atau warga Tionghoa yang sudah lama tinggal di Bukit Gombel.

Konon katanya, jika ada sebuah kejadian mengerikan seperti longsor atau kecelakaan di tanjakan Gombel, penduduk sekitar percaya bahwa hal itu dikarenakan para makhluk gaib merasa marah pertapaannya terganggu. Yang lebih mengerikan lagi, banyak warga yang mengaku pernah melihat sosok hantu Wewe saat sedang melintas di tanjakan itu.

Tidak hanya itu, sebagian besar korban kecelakaan mengaku melihat sosok perempuan mengenakan busana berpotongan panjang berwarna putih. Ia selalu melintas secara tiba-tiba dan tak jarang melambaikan tangan di pinggir tanjakan.

Kisah ini mungkin terdengar tidak masuk akal dan di luar akal sehat, namun jika Anda pernah mengunjungi tanjakan ini mungkin akan merasakan sesuatu yang janggal dan terasa asing.


KOMENTAR
Silakan login untuk memberikan komentar
LOGIN