Jumat, 11 Januari 2019 04:56 WIB

KESEHATAN DAN INTIM

Sering Begadang Dapat Menurunkan Hormon Testosteron Pada Pria

E. Wardiyanto - jurnalpatrolinews
Sering Begadang Dapat Menurunkan Hormon Testosteron Pada Pria Foto : Ilustrasi.

JURNALPATROLINEWS - Saat mencoba hamil, kebanyakan pasutri akan fokus memperbaiki pola hidupnya menjadi lebih sehat. Mulai dari memilih makanan agar cepat hamil, minum vitamin prenatal, rajin olahraga, hingga mengurangi konsumsi alkohol dan kafein.

Sayangnya, Anda dan pasangan mungkin sering melewatkan pentingnya tidur cukup. Padahal, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa suami yang kebiasaan tidur larut alias kurang tidur bisa bikin istrinya lebih sulit hamil, lho. Kenapa kebiasaan tidur bisa jadi penyebab sulit hamil, ya?

Anda mungkin berpikir bahwa mengonsumsi makanan bergizi dan minum vitamin prenatal sudah cukup untuk mempercepat kehamilan. Nyatanya, Anda dan pasangan juga harus tidur yang cukup supaya bisa cepat hamil.

Seorang dosen epidemiologi dari Boston University School of Public Health, Lauren A. Wise, Sc.D, mengamati 790 pasangan untuk melihat hubungan antara kebiasaan tidur pasutri dengan peluang kehamilan. Ketika para suami mengalami kurang tidur, yaitu kurang dari 6 jam setiap malam, peluang terjadinya kehamilan ternyata menurun drastis hingga 42 persen.

Lauren A. Wise menduga hal ini ada kaitannya dengan perubahan hormonal. Tidur yang cukup bukan cuma sekadar menyegarkan tubuh, tapi juga memastikan semua hormon tubuh tetap diproduksi dengan baik dan dalam jumlah yang normal, termasuk hormon kesuburan pria.

Kebiasaan tidur larut dapat menurunkan hormon testosteron pada pria. Pasalnya, hormon testosteron akan diproduksi di setiap malam, ketika Anda tertidur. Jika kebiasaan tidur suami tidak teratur, maka produksi hormon testosteron tentu jadi terhambat.

Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, hormon testosteron adalah hormon seks pria yang menghasilkan sperma. Ketika jumlah testosteron rendah, maka kuantitas dan kualitas sperma tentu akan ikut menurun. Entah dari segi jumlah, bentuk, hingga pergerakannya yang kurang optimal. Akibatnya, sperma suami tidak mampu menembus sel telur dengan baik dan menggagalkan pembuahan.


KOMENTAR