Selasa, 03 Maret 2020 20:51 WIB

TRAVEL

Serunya Menikmati Peken Pinggul, Destinasi Wisata Pasar Tradisional yang Patut Dikunjungi

Ferdinand Mannopo - jurnalpatrolinews
Serunya Menikmati Peken Pinggul, Destinasi Wisata Pasar Tradisional yang Patut Dikunjungi Foto : Peken Pinggul (Foto: KR Jogja)

JurnalPatroliNews - Ternyata banyak destinasi wisata baru yang semakin berkembang di berbagai daerah di Tanah Air. Salah satunya Peken Pinggul atau Pasar Pinggul (pinggir tanggul) yang merupakan ikon wisata baru di Desa Melikan, Bayat, Klaten.

Peken Pinggul diadakan setiap Minggu Legi dengan transaksi menggunakan mata uang gerabah. Wisata ini sudah berlangsung selama satu tahun.

Menandai satu tahun Peken Pinggul, warga Desa Melikan menggelar kirab jajanan pasar dan potensi-potensi yang ada di Melikan. Kirab tersebut mengambil start dari Kantor Desa Melikan sampai Peken Pinggul, diikuti oleh warga RW 01 hingga RW 15.

Kirab diikuti sekitar 150 orang terdiri ibu-ibu berkebaya membawa jajanan pasar tradisional seperti mento, cenil, gendar dan makanan tradisional lainnya. Selain itu juga dimeriahkan oleh grup hadroh, drumband, perwakilan kampung KB, Jeep Bayat, dan bapak-bapak berpakaian sorjan pakaian adat Jawa.

Setelah kirab, makanan yang dibawa warga langsung di tata untuk dinilai dewan juri, selanjutnya dijual belikan kepada pengunjung yang datang.

Ketua panitia penyelenggara, Dhani mengatakan, kirab Peken Pinggul tersebut juga dilombakan. Beberapa RW yang memiliki nilai kreativitas tinggi berhasil menjadi pememang.

Juara harapan 3 diraih oleh RW 05, juara harapan 2 oleh RW 09, juara harapan 1 diraih RW 08. Juara 3 berhasil diraih RW15, juara 2 diraih RW 01 , dan juara 1 dimenangkan RW 06. Para juara mendapatkan hadiah peralatan memasak.

“Kirab ini untuk menunjukan kreativitas masing-masing RW menampilkan makan tradisional atau jajanan pasar. Minimal pendamping 10 orang setiap RW. Kirab ini bisa menonjolkan kreatifitas, kerukunan dan kekompakan."

Dilansir dari KR Jogja, untuk Peken Pinggul ini selama setahun berusaha konsisten dan minimal menghabiskan 2.000 koin setiap harinya. Peken ini dikembangkan agar tetap lestari, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Melikan dan menambah potensi di Melikan.

Kaisa, 39 tahun, warga Melikan menyambut gembira adanya kirab, karena membuat Pasar Pinggul semakin ramai. Pengunjung bisa datang bersama anak-anak dan keluarga.

[okz]


KOMENTAR
Kontak Informasi
Redaksi : ekawdy77ads@gmail.com
Media Partner : ekawdy77ads@gmail.com
Iklan : jurnalpatroli2016@gmail.com, WA 081318185028