Buleleng Kini Miliki 7 Hektar Cikal Bakal Taman Laut Baru

  • Whatsapp

Jurnalpatrolinews – Buleleng : Sebanyak 13.767 struktur terumbu buatan, dalam berbagai bentuk untuk tujuan rehabilitasi terumbu karang, telah selesai dibangun di 6 desa yang ada di wilayah Kabupaten Buleleng. Pembangunan struktur tersebut melibatkan sekitar 1.700 pekerja dari enam desa dalam jangka waktu sekitar 35 hari.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) atau restorasi terumbu karang di Bali oleh Kementerian Kelautan RI. Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diplot dalam bentuk Padat Karya ini juga ditujukan untuk memberdayakan masyarakat pesisir pada masa pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Puluhan ribu struktur terumbu buatan tersebut juga telah berhasil diturunkan sebelum 30 Desember 2020 lalu. Sebelumnya, pada awal proses penurunan sempat ada kekhawatiran struktur tak bisa diturunkan seluruhnya, karena dihadang cuaca buruk. Namun, seluruh struktur berhasil diturunkan setelah cuaca perlahan membaik.

Struktur bisa disusun di bawah laut dalam waktu singkat, karena kerja sama dan dukungan dari masyarakat, pemerintah desa, adat dan pemerintah daerah, serta pengelolaan program oleh LINI. Kegiatan masif dalam waktu singkat ahirnya dapat terealisasi sesuai target waktu.

Proses penyusunan struktur di dasar laut melibatkan sekitar 250 orang penyelam dari enam desa dan penyelam dari Desa Tulamben, Karangasem dan Desa Pemuteran, Gerokgak, membantu dalam proses penurunan, penyusunan, dan penanaman fragmen karang sekitar 16.000 fragmen dalam tiga minggu.

Dalam proses penyusunan struktur di dasar laut, penyelam dari Desa Les, Kecamatan Tejakula, telah menyelesaikan pekerjaan bawah lautnya terlebih dahulu, karena jumlah struktur tidak sebanyak desa lain. Penyelam dari Les kemudian membantu proses penyusunan di bawah laut di Desa Pacung dan Desa Bondalem.

“Kekompakan dan saling bantu membantu masyarakat kecamatan Tejakula dibuktikan dengan kegiatan penurunan dan penyusunan terumbu buatan, Yunaldi,” jelas Yunaldi Yahya, Koordinator Program dari Yayasan LINI, pelaksana ICRG di Kabupaten Buleleng, yang juga ikut menyelam, akhir tahun 2020 lalu.

Di Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, lokasi rehabilitasi terumbu karang yang baru saja selesai disusun terumbu buatan sebanyak 1.866 unit, telah dikunjungi oleh wisatawan yang melakukan snorkeling. Hal itu menambah kegiatan yang ditawarkan ke pengunjung, selain wisata melihat lumba-lumba, dengan wisata snorkeling di kawasan pariwisata Pantai Lovina.

Fragmen diturunkan di perairan Desa Baktiseraga, Kalibukbuk, Tukadmungga, Pacung, Bondalem dan Tejakula, dengan kedalaman 7-15 meter. Area inilah yang akan dikelola warga sebagai taman laut seluas 7 hektar yang akan memproduksi ikan lebih banyak dan menjadi obyek wisata bawah laut yang baru.

Kadek Ada Maja dari Komunitas Konservasi Bahari Prawara Desa Bondalem berharap bakal taman laut ini memberi dapat manfaat pada nelayan dan warga desa nantinya.

“Wisata bawah laut merupakan potensi besar untuk dikelola terlebih di desa sudah mulai menata tata ruang laut untuk perlindungan,” ucapnya.

Warga Bondalem membuat beragam struktur patung yang telah diturunkan di bawah laut menyerupai taman di daratan dengan pintu gerbang khas Bali, patung sejarah desa, patung sekaa gamelan yang mengenakan masker, dan desain unik lainnya.

ICRG di Provinsi Bali dibangun dengan anggaran APBN KKP sebesar Rp111,2 miliar. Targetnya, adalah pembentukan kebun karang seluas 50 ha di 5 lokasi, yaitu Nusa Dua, Sanur, Serangan, Pantai Pandawa, dan Buleleng dengan melibatkan penyerapan tenaga kerja lebih dari 11.000 orang.

Struktur transplantasi karang ditempatkan sesuai dengan habitat dan tema masing – masing lokasi. Berbagai metode, seperti fishdome, roti buaya, pasak besi, hexagonal dan dipadukan dengan patung yang dibuat dengan cerita khas dan dari masing-masing desa. (* – TiR).-

Pos terkait