Corona di Bali, Istri Gubernur Bali, Putri Suastini Koster Akui Positif Covid-19 Dan OTG, Jalani Karantina di Desa Pering

  • Whatsapp
Ketua Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali, Ni Luh Putu Putri Suastini mensosialisasi dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada TP PKK kabupaten dan kota se-Bali di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Minggu (2/2/2020), Foto: Humas Pemprov Bali.

JurnalPatroliNews – Buleleng – Putri Suastini, istri Gubernur Bali I Wayan Koster, dikabarkan positif Covid-19 dan tengah menjalani masa karantina.

Melalui unggahan di akun instagram Ni Putu Putri Suastini, ia membagikan sebuah video dengan caption ‘OTG’ yang diunggah pada Sabtu (26/09).

Bacaan Lainnya

Putri Koster, sapaan akrabnya, saat ini tengah menjalani karantina di Balai Diklat BPK Perwakilan Bali di Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar.

Balai Diklat BPK Perwakilan Bali di Desa Pering tersebut memanglah menjadi tempat karantina orang yang terkonfirmasi Covid-19, namun bagi orang yang tanpa gejala atau gejala ringan.

Mengenakan pakaian berwarna biru dongker dan bercorak putih, Putri Koster tak lupa mengucapkan Hari Raya Kuningan untuk umat Hindu yang merayakan.

“Rahajeng Nyangra Kuningan. Sementara titiang masih di sini, di tempat karantina bagi yang OTG. Karena ternyata setelah melakukan swab, ada virus di dalam tubuh tiang. Walaupun sesungguhnya titiang merasa sehat. Semuanya sehat. Gula darahnya normal, tensinya normal, organ tubuh paru-paru dan lainnya juga, termasuk oksigen di dalam darah nika normal. Tetapi karena titiang positif dan itu OTG jadi mesti mengkarantina diri. Supaya virus yan gada di dalam tubuh titiang tidak menular kepada yang lain,” ucapnya.

Lebih lanjut, Putri Koster menjelaskan bahwa terdapat beberapa peraturan.

Pada masa inkubasi, yaitu dari hari pertama dinyatakan positif, 10 hari kemudian, dan ditambah 3 hari, ia harus menjauhkan diri dari orang-orang di sekitar yang tidak ada virus di dalam tubuhnya agar tidak tertular.

Setelah menjalani masa inkubasi, Putri Koster harus menjalani swab test kembali.

Jika swab test dinyatakan negatif, maka Putri Koster sudah diperbolehkan keluar dari tempat karantina dan kembali bersosialisasi dengan orang.

“Untungnya dokter ketika titiang sudah terkena virus sekarang, akan ada imun yang menjaga titiang selama 3 bulan ke depan. Kalau terpapar lagi, 1×24 jam itu sudah bisa diatasi oleh imun itu sendiri. Jadi sementon titiang sareng sami, karena kita mengalami bersama seperti ini, apalagi seperti saya yang harus turun ke lapangan bertemu masyarakat jadi kemungkinan besar untuk terpapar bisa terjadi. Titiang sudah menyiapkan diri jika positif, bahkan pak Gubernur suami titiang bilang agak takut menyampaikan kalau hasil swab-nya nika positif,” sambungnya.

Ketika mengetahui hasil swab test positif, Putri Koster mengaku tetap tenang dan menanggapinya dengan tertawa saja sebab dirinya telah mempersiapkan diri.

Putri Koster juga memperlihatkan kamar ia melaksanakan karantina dan menyebutan, bahwa cukup nyaman untuk karantina, membuat tenang, dan bisa melakukan kegiatan yang membuat imun terjaga dengan baik.

Pemerintah Sarankan Pakai Masker Walau di Rumah

Pemerintah meminta masyarakat untuk tetap memakai masker meskipun berada di dalam rumah.

Hal ini diungkapkan oleh melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Bintang Ayu Dharmawati atau Bintang Puspayoga lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (25/09).

Anjuran memakai masker saat ini tak hanya saat berada di luar rumah saja, tetapi juga di dalam rumah.

Hal ini dilakukan demi mencegah potensi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan keluarga.

Untuk mendukung anjuran tersebut Bintang mengaku, saat ini pihaknya tengah menggodok aturan baru.

Dari aturan itulah nantinya dibuatkan mengenai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di lingkup keluarga.

Bintang mengungkapkan, pemerintah menaruh perhatian serius terkait hal ini karena dalam beberapa sejak September, lonjakan kasus positif Covid-19 semakin meningkat.

Rata-rata kasus positif tersebut didominasi dari klaster keluarga.

“Tetap harus memakai masker di dalam rumah, tidak hanya di luar rumah. Apalagi ketika ada keluarga kita kelompok rentan seperti balita demikian juga lansia,” kata Bintang di Jakarta pada Jumat (25/09).

Bintang menilai memakai masker di dalam rumah merupakan upaya yang sederhana yang bisa dilakukan masyarakat.

Dengan cara itu, kata dia, dapat membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dari klaster keluarga.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata dia, juga menaruh perhatian ekstra terkait kasus penyebaran Covid-19 lewat klaster keluarga.

Karena itu, ia bersama pihak-pihak terkait lainnya pun diminta untuk serius dalam menangani sebaran Covid-19 dari klaster keluarga.

“Protokol kesehatan ke depan diarahkan bagaimana mencegah keluarga terinfeksi paparan Covid-19,” kata Bintang.

“Kemudian juga protokol kesehatan mengatur ketika sudah ada keluarga yang terpapar, langkah-langkah apa yang harus dilakukan.”

Lebih lanjut, Bintang menambahkan munculnya penyebaran Covid-19 dari klaster keluarga karena salah satu anggota keluarga ada yang mempunyai mobilitas di luar rumah, seperti para pekerja kantoran.

Oleh karenanya, Bintang mengingatkan masyarakat yang beraktifitas di luar rumah agar sepulang dari kantor langsung segera membersihkan badan terlebih dahulu sebelum berkumpul dengan keluarga.

Selain itu, Bintang juga mengingatkan agar aktivitas pertemuan keluarga seperti perayaan ulang tahun, arisan, dan aktivitas yang bisa mengundang massa untuk ditiadakan.

Sebagai gantinya, kata dia, masyarakat bisa mengalihkan pertemuan tersebut melalui online atau virtual dengan memanfaatkan sejumlah aplikasi. (* – TiR).-

Pos terkait