Kronologi Tabungan Rp20 M Nasabah di Makassar Raib di Bank

  • Whatsapp
Ilustrasi Uang ( Foto: ANTARA FOTO )

JurnalPatroliNews – Makasar – Seorang nasabah bank pelat merah, Hendrik (41), mengaku tergiur dengan iming-iming bunga bank 8 persen sehingga bersedia menyimpan deposito tabungan sebesar Rp20 miliar.

Ia mengamuk saat mengetahui uang itu mendadak raib sejak didepositokan pada 2019.

Bacaan Lainnya

Awalnya, uang Rp20 miliar itu merupakan milik Hendrik bersama bapaknya, Heng Pao Tek yang tengah sakit. Uang itu rencananya akan digunakan untuk membiayai pengobatan orang tuanya.

“Dana itu untuk orang tua kami yang sementara ini sakit dan masa tuanya. Awalnya kami deposito di bank yang lain kemudian kami alihkan ke bank ini,” kata Hendrik, Jumat (11/6) kemarin.

Hendrik menuturkan, sempat ada uang Rp3 miliar masuk ke rekening depositonya. Namun lantaran dinilai janggal, Hendrik lantas mempertanyakan ke pihak bank.

“Alasannya uang itu adalah bunga bank yang dicicil. Tapi kami tidak mau kalau dana itu dibayar cicil,” ungkapnya.

Hendrik saat ini telah menarik seluruh uangnya yang didepositokan ke bank milik negara tersebut ke rekening bank lainnya.

Ia juga terus berupaya agar dananya sebesar Rp20 miliar dapat segera dikembalikan.

Hendrik mengaku tak menyangka uang yang disimpan dalam jumlah besar itu hilang begitu saja di dalam tabungannya. “Kejadian ini menghilangkan rasa kepercayaan masyarakat. Kerugian saya sebesar 20 miliar,” tutur Hendrik.

Hendrik menuturkan, sempat ada uang Rp3 miliar masuk ke rekening depositonya. Namun lantaran dinilai janggal, Hendrik lantas mempertanyakan ke pihak bank.

“Alasannya uang itu adalah bunga bank yang dicicil. Tapi kami tidak mau kalau dana itu dibayar cicil,” ungkapnya.

Hendrik saat ini telah menarik seluruh uangnya yang didepositokan ke bank milik negara tersebut ke rekening bank lainnya.

Ia juga terus berupaya agar dananya sebesar Rp20 miliar dapat segera dikembalikan.

Hendrik mengaku tak menyangka uang yang disimpan dalam jumlah besar itu hilang begitu saja di dalam tabungannya. “Kejadian ini menghilangkan rasa kepercayaan masyarakat. Kerugian saya sebesar 20 miliar,” tutur Hendrik.

 

Pos terkait