Pengunjung Lapas Banceuy Diamankan, Selundupkan Sabu Dalam Sayur Tahu

  • Whatsapp
Sabu dalam sayur tahu

Jurnalpatrolinews – Bandung : Salah satu pengunjung Lapas Klas II A Banceuy, Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) diamakan petugas. Pria berinisial RP itu berupaya menyelundupkan narkotika jenis sabu ke dalam sayur tahu.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Divpas) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkum HAM) Jabar Abdul Aris mengatakan, tersangka RP diamankan petugas penjaga pintu utama. Sabu itu ternyata dimasukkan ke bungkusan plastik kecil.

“Sabu-sabu yang hendak diselundupkan itu dibungkus plastik kecil lalu dimasukkan ke dalam tahu. Kami berkoordinasi dengan BNN Kota Bandung,” kata Abdul Aris kepada wartawan, Sabtu (17/10/2020).

Sementara itu, Kepala Lapas Banceuy Tri Saptono Sambudji mengatakan, berdasarkan pengakuan RP, barang haram jenis sabu dan obat terlarang Riklona dan Dumolid tersebut akan diberikan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana berinisial I.

Kalapas Banceuy mengatakan, kronologi penggagalan upaya penyelundupan itu berawal sekita pukul 11.00 WIB saat RP datang ke lapas sebagai seorang pengunjung hendak menitip makanan untuk seorang warga binaan berinisial I yang divonis selama lima tahun atas kasus penyalahgunaan narkotika.

RP membawa sayur tahu untuk napi I. Sebelum diberikan kepada I, sesuai prosedur, sayur tahu tersebut diperiksa oleh petugas jaga pintu utama sekitar pukul 11.10 WIB

“Saat diperiksa, petugas menemukan barang terlarang itu (sabu dan obat terlarang) di dalam sayur tahu. Perinciannya, barang terlarang itu terdiri dari 12 paket kecil sabu seberat 2,04 gram, 26 butir Riklona, dan 23 butir Dumolid,” kata Tri Saptono Sambudji.

Atas temuan tersebut, Kalapas Banceuy, petugas segera mengamankan pelaku RP bersama barang bukti. Selanjutnya, petugas berkoordinasi dengan BNN Kota Bandung untuk ditindaklanjuti.

Sebagai antisipasi peristiwa serupa terulang, Tri bakal meningkatkan keamanan terutama di pintu utama dengan menggeledah detail siapapun yang masuk ke dalam lapas.

“Kami meningkatkan pengamanan, terutama di pintu utama dengan menggeledah secara detail setiap barang yang masuk, sehingga dapat meminimalisir masuknya barang-barang terlarang ke dalam lapas,” ucapnya.  (inews)

Pos terkait