Rumah Dinas Camat di Tangerang Dijadikan Tempat Isolasi, Pasien Tak Dipungut Biaya

  • Whatsapp
Rumah dinas camat di Kabupaten Tangerang dijadikan rumah isolasi Covid-19. (Foto: Humas Pemkab Tangerang)

JurnalPatroliNews – Tangerang, Pemerintah Kabupaten Tangerang memanfaatkan beberapa rumah dan kantor dinas milik kecamatan untuk isolasi mandiri masyarakat yang terpapar Covid-19. Isolasi diperuntukkan bagi pasien gejala ringan dan sedang.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (21/7/2021).

Bacaan Lainnya

“Untuk mendukung kinerja Hotel Yasmin yang penuh, Pemkab Tangerang mengambil langkah, membuat rumah isolasi di hampir semua kecamatan, seperti di Kecamatan Legok, Bonang, Pasar Kemis, Sepatan, dan beberapa lokasi lain dengan memanfaatkan rumah dinas dan kantor bersama. Gedung bersama keagamaan Kecamatan Legok juga kita gunakan untuk tempat isolasi,” ungkap Hendra.

Ditambahkan Hendra, kapasitas tempat tidur bervariasi, tidak sama antara satu rumah yang dengan yang lain.

“Sejauh ini dana pembuatan dan operasional rumah isolasi dari bantuan pemda dan dari dana operasional Covid-19, termasuk dari sumbangan kecamatan. Jadi intinya, jika ada orang yang masuk isolasi di rumah isolasi di kecamatan semua gratis, seperti di Hotel Yasmin,” lanjutnya.

Senada dengan Hendra, Sekretaris Kecamatan Legok, Cucu Abdurrosyied menyatakan, rumah isolasi di wilayahnya memanfaatkan Kantor Bersama Keagamaan milik Kecamatan Legok. Di sini, disediakan 70 tempat tidur bagi masyarakat yang ingin menjalani isolasi.

Masyarakat yang menjalani isolasi, ujarnya, berdasarkan rekomendasi dari puskesmas di Kecamatan Legok. Tenaga kesehatan yang merawat pasien adalah tenaga dari masing-masing puskesmas.

“Lalu ada relawan medis dari beberapa klinik di Kecamatan Legok. Kami bersyukur saat ini terdapat penurunan jumlah pasiennya setelah adanya penerapan PPKM. Namun demikian, kita tetap siagakan bagi warga yang ingin menjalani isolasi khususnya bagi pasien yang bergejala ringan atau sedang. Atau juga bisa dari masyarakat dari kategori OTG yang butuh ruang isolasi,” tutur Cucu.

Dikatakan, tenaga relawan di rumah isolasi di Kecamatan legok mencapai 32 orang. Saat ini, ujar Cucu, pihaknya masih butuh setidaknya 50 relawan.

“Tugas mereka adalah membantu nakes dari puskesmas dalam merawat pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di sana. Untuk menjadi relawan ini pun harus melampirkan surat persetujuan dari orang tua dan bermaterai,” tegas Cucu.

Dia bersyukur banyak warga dari Kecamatan Legok yang mendukung berdirinya rumah isolasi terkonsentrasi di Kecamatan Legok. Banyak warga yang memberikan bantuan makanan, atau bahan yang dibutuhkan pasien yang tengah menjalani isolasi.

“Ada yang kadang kasih makanan, beras atau pun kebutuhan yang dibutuhkan oleh mereka yang menjalankan isolasi. Lokasinya juga lebih mudah terjangkau dibandingkan ke Hotel Yasmin di Kecamatan Curug. Kami ersyukur bantuan dan dukungan dari pak Bupati dan pak Sekda terhadap rumah isolasinya juga bagus,” tandasnya.

(bs)

Pos terkait