Sandra Rondonuwu : Interpretasi Data AMSI Keliru, Olly Dondokambey – Steven Kandouw Memang Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan

  • Whatsapp
Sandra Rondonuwu

Jurnalpatrolinews – Manado : Pemberitaan bertajuk ‘Cek Fakta: Klaim Olly Dondokambey Kemiskinan Menurun, Data BPS Berbeda‘ usai debat kandidat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur mendapat tanggapan dari Kordinator Tim Debat Paslon Nomor 3 Olly Dondokambey – Steven Kandouw, Sandra Rondonuwu.

Menurut Sandra Rondonuwu, data yang disampaikan Calon Gubernur Olly Dondokambey dan Steven Kandouw sudah benar.

Bacaan Lainnya

Justru kata dia, interpretasi data yang diangkat Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) keliru.

Karena data yang dipakai adalah membandingkan angka kemiskinan 2019 dan 2020, di mana semester pertama tahun 2020 mengalami pandemi Covid-19 dan seluruh dunia terjadi lonjakan kemiskinan.

“Seharusnya AMSI menggunakan data sebelum Olly Dondokambey memimpin yakni 2015 dan diakhir kepemimpinan yang jelas-jelas terjadi penurunan kemiskinan tajam,” ujarnya.

Tapi pernyataan opposite atau seolah-olah mengatakan data yang disampaikan Olly-Steven salah melalui penyataan ‘tapi berdasarkan penelusuran tim cek fakta’ dan seterusnya, menegasikan pernyataan paslon nomor 3 tentang kebenaran sesungguhnya.

“Jadi ini tidak relevan dan sangat merugikan paslon kami,” tutur Sandra Rondonuwu.

Dikatakan, jumlah masyarakat miskin di Sulut pada semester dua tahun 2015 di bulan September berjumlah 217,15 ribu penduduk.

Angka tersebut terus mengalami penurunan setiap tahunnya, hingga pada 2019 di semester dua, masyarakat miskin tinggal 188,60 ribu penduduk.

Katanya, pada semester satu Maret 2020 ini, angka kemiskinan di Sulut 192,37 ribu orang.

“Data ini jelas sekali menunjukkan dengan kasat mata, bahwa angka kemiskinan sebelum Olly-Steven memimpin dan diakhir jabatan meski di tengah krisis ekonomi global karena pandemi covid-19 justru mengalami penurunan signifikan. Dari 217.000-an menjadi 190.000-an atau ada penurunan sebesar 27.000-an dan sangat signifikan,” bebernya.

Ia menambahkan, data tersebut sangat rendah dibandingkan rata-rata nasional.

Pos terkait