Basis Konstituen Jadi Alasan PKB Ingin Pasangkan Cak Imin Dengan Anies

  • Whatsapp
Wakil Bendahara Umum DPP PKB, Nasim Khan/Net

JurnalPatroliNews Jakarta – Menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2024, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memasangkan nama Ketua Umumnya, Abdul Muhaimin Iskandar dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Wakil Bendahara Umum DPP PKB, Nasim Khan menjelaskan, pihaknya memiliki parameter tertentu dalam memasangkan Ketua Umum PKB yang kerap disapa Cak Imin itu dengan tokoh lain, untuk bisa menjadi capres yang sesuai keinginan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Dalam beberapa survei (Cak Imin dan Anies) selalu masuk lima besar nasional. Akar rumputnya nyata, solid dan kelompok pemilihnya berbeda,” ujar Nasim di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (21/6).

Melihat konstituen yang berbeda dari kedua tokoh tersebut, PKB memandang itu sebagai satu kelebihan yang bisa dikolaborasikan dalam memenangkan Pilpres 2024.

“Nah mereka jadi bisa saling melengkapi, Cak Imin mewakili organisasi Islam terbesar di Indonesia, Cak Imin ini Panglima Santri, beliau ini Representasi NU (Nahdhatul Ulama),” jelas Nasim.

“Kalau Bang Anies kan banyak dari kalangan Muhammadiyah, dan organisasi Islam lain juga sangat menginginkannya, mereka juga dekat dan bersahabat dengan para tokoh agama lain,” sambung Anggota Komisi VI DPR RI ini.

Selain itu, Nasim mengungkapkan bahwa kalangan santri, kiai, ulama dan masyarakat pedesaan juga terus mendesak Cak Imin maju sebagai calon presiden di tahun 2024. Hal tersebut karena sosok pimpinan MPR itu dianggap sebagai tokoh yang saat ini bisa merepresentasikan politik Nahdlatul Ulama (NU).

“Warga NU baik yang struktural maupun yang kultural pasti akan memberikan amanah suaranya ke tokoh yang dianggap sebagai representasi NU,” tuturnya.

Menurut Nasim, suara warga NU sangat menentukan kemenangan di Pilpres mendatang, karena, hampir 100 juta jumlahnya. Ia menyebutkan, kalangan santri jumlahnya kurang lebih 15 Jutaan, dan pemuka agama NU lebih kurang 1 Juta.

“Selain itu, ada Pondok Pesantren kurang lebih 35 ribu pesantren yang tersebar diseluruh Indonesia. Kami yakin pasangan ini bisa menyatukan suara ummat dan bangsa. Insyaallah rakyat solid mendukung Cak Imin- Bang Anies,” katanya.

Lebih lanjut, Nasim menilai Pasangan Cak Imin-Anies merupakan figur muda yang bisa diterima semua kalangan, mulai dari kelompok religius atau nasionalis, generasi senior, milenial atau pun baby boomer, masyarakat pedesaan maupun perkotaan, pelaku usaha dan para pekerja.

“Cak Imin ini diterima semua kalangan, prestasi dan pengalamannya sangat luar biasa, beliau membangun karier politik dari bawah hingga akhirnya diberi amanah jadi Wakil MPR, pernah juga jadi wakil ketua DPR selama dua periode dan Menteri, Beliau sudah terbukti mampu menjadi komunikator handal lintas partai, lintas kelompok dan lintas konsolidasi,” paparnya.

“Bang Anies juga sudah terbukti mampu memimpin Jakarta dengan baik. Insyaallah pasangan ini saling melengkapi,” tutup wakil rakyat asal Dapil III Jatim ini.

Pos terkait