Indonesia-Somalia Jajaki Kerja Sama Perikanan dan Keamanan Maritim, Peluang Ekonomi Afrika Timur Terbuka

JurnalPatroliNews | Jakarta – Indonesia dan Somalia mulai menjajaki penguatan kerja sama bilateral di sejumlah sektor strategis. Selain membahas hubungan pertahanan dan keamanan, kedua negara turut membuka peluang kolaborasi di bidang perikanan, pengolahan daging, kesehatan, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Penjajakan tersebut mengemuka dalam pertemuan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Muhammad Anis Matta dengan Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Republik Federal Somalia, Hasan Mohamed Ali, di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Mengutip laporan Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (6/11/2026), pertemuan itu merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan diplomatik Indonesia dan Somalia yang telah berlangsung lebih dari enam dekade.

Kedua pejabat sebelumnya juga telah melakukan komunikasi di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah, 27 Agustus 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Anis Matta menegaskan dukungan Indonesia terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Somalia sebagai negara kesatuan. Ia juga menyampaikan bahwa perlindungan warga negara masing-masing menjadi perhatian bersama kedua pemerintah.

“Indonesia mendukung kedaulatan dan integritas wilayah Somalia sebagai negara kesatuan. Indonesia dan Somalia sama-sama menempatkan pelindungan warga negara masing-masing sebagai prioritas. Pemerintah Indonesia juga menjalankan kerja sama pembangunan untuk meningkatkan kapasitas di bidang maritim, pendidikan, pertanian, dan keamanan,” ujar Anis.

Di bidang ekonomi, Indonesia mendorong penguatan hubungan perdagangan dan keuangan melalui diversifikasi komoditas serta penjajakan peluang investasi. Keanggotaan Somalia dalam East African Community (EAC) juga dipandang dapat menjadi pintu masuk bagi perluasan hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara di kawasan Afrika Timur.

Indonesia turut mengharapkan dukungan Somalia dalam penjajakan pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia dan EAC. Skema tersebut diharapkan dapat membuka ruang perdagangan yang lebih luas dan memperkuat akses pelaku usaha Indonesia ke pasar regional.

Selain perdagangan, sektor perikanan menjadi salah satu bidang yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama teknis. Kedua negara juga membahas peluang kolaborasi dalam pengolahan daging, layanan kesehatan, keamanan maritim, serta pelatihan diplomatik.

Penguatan kerja sama pertahanan dan keamanan turut menjadi bagian dari agenda pembicaraan. Sementara itu, peningkatan kapasitas di bidang maritim dan pertanian dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan Somalia sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dan keahlian antarkedua negara.

Salah satu hasil konkret dari hubungan bilateral tersebut terlihat melalui pengembangan kapasitas diplomatik. Dua diplomat Somalia tercatat telah menyelesaikan program Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) Internasional di Jakarta pada Oktober 2026.

Rangkaian pembahasan ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Somalia tidak hanya bertumpu pada komunikasi diplomatik, tetapi juga diarahkan pada kerja sama praktis yang mencakup perdagangan, pembangunan, keamanan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ke depan, realisasi peluang tersebut akan bergantung pada tindak lanjut teknis, kesepakatan antarlembaga, serta penyusunan program kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan dan prioritas kedua negara.

Komentar