Karena Eselon Jabatan Lebih Senior, ASN Marahi Bupati dan Sekda Akibat Tak Jadi Kepala Dinas

  • Whatsapp
Ilustrasi

JurnalPatroliNews – Kupang,- Merasa eselon jabatan lebih tinggi dan masa kerja lebih lama, seorang Aparatur Sipil Negara, disingkat ASN memarahi Bupati dan Sekda Lembata Nusa Tenggara Timur (NTT). Kabarnya menjadi viral lantaran rekaman suara ASN memarahi pimpinanya itu beredar di media sosial.

Rekaman tersebut merupakan suara Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Lembata, Stanis Kebesa Langoday.

BACA JUGA :

Stanis memarahi Bupati dan Sekda karena kecewa tak terpilih menjadi Kepala Dinas Kominfo.

Awalnya, rekaman suara tersebut terkirim lewat grup WhatsApp Forum Komunikasi AKU Lembata. Namun tak lama rekamannya beredar luas hingga mengusik Sekda Lembata, Paskalis Tapobali.

“Tindakan yang dilakukan Stanis tak etis dan tak selayaknya dilakukan oleh seorang pejabat,” kata Paskalis sebagaimana dikutip dari Pos Kupang, Sabtu, 8 Januari 2022.

Dirinya memahami hal sebagai ekspresi jiwa yang bersangkutan ketika memiliki ekspektasi atau obsesi begitu tinggi. Namun ketika tidak tercapai, hal itu menjadi kekesalan pribadi.

“Yang disayangkan, penyampaian aspirasinya sudah sangat tidak beretika selayaknya seorang pejabat selevel sekretaris,” katanya.

Menurut Paskalis, sikap Stanis dinilai sudah mengarah kepada tindakan indispliner ASN.

“Tindakan yang bersangkutan termasuk dalam indisipliner dan akan kami tindaklanjutinya sesuai ketentuan yang berlaku bagi PNS,” tegasnya.

Terpisah, Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, turut angkat bicara terkait dirinya yang dimarahi ASN.

Ia mengatakan, proses seleksi jabatan kepala dinas atau eselon II sudah berjalan sesuai aturan.

“Ampuni dia karena dia tidak tahu apa yang dia omong,” kata Thomas saat dikonfirmasi.

Thomas pun menyayangkan sikap ASN tersebut karena semestinya memahami regulasi yang ada.

Diketahui, dalam rekaman itu, Stanis mengungkapkan bahwa seharusnya dia yang terpilih menjadi Kepala Dinas karena jenjang pendidikannya lebih tinggi.

“Masa Piter Demong yang S1 bisa menyaingi saya yang S2. Lagipula pangkat saya kan lebih besar, lalu Thomas Ola juga, otaknya ada di mana.”

Pos terkait