8 dibaca,  1 dibaca hari ini

JurnalPatroliNews-Jakarta – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengungkapkan rasanya kerja bareng dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selaku Komisaris Utama (Komut) di perusahaan minyak dan gas milik negara itu.

Dia mengatakan suka bercanda dengan Ahok. Nama Ahok yang banyak diketahui publik, membuat Nicke berkelakar kalau Pertamina tidak butuh lagi yang namanya endorser (ikon) untuk mempromosikan capaian Pertamina.

“Jadi saya suka bercanda sama beliau. Jadinya kita tidak perlu endorser bayarnya mahal-mahal nih, gitu. Dengan adanya beliau kan jadi langsung, followers-nya kan banyak gitu, dan beliau juga ‘ya sudah nggak apa-apa sekalian saya endorse ya’ ya sudah makasih Pak. Ya senang-senang saja,” kata Nicke, Senin (15/6/2020) kemarin.

Jika ditarik ke belakang, Ahok dan Nicke sudah bekerja bareng hampir 7 bulan terhitung sejak Ahok diangkat jadi Komut Pertamina pada 25 November 2019 lalu. Sosok Ahok sebagai ‘pendobrak’ diharapkan bisa memecahkan berbagai permasalahan di Pertamina.

Berdasarkan catatan, Ahok selama menjabat mencoba membuat perusahaan minyak dan gas milik negara itu lebih transparan. Hal itu tidak luput dari kolaborasi kerja antara Ahok sebagai Komut dan Nicke sebagai Dirut.

Contohnya, kini masyarakat bisa ikut memantau langsung data impor bahan bakar minyak (BBM) Pertamina melalui laman resmi perseroan di www.pertamina.com.

“Mulai hari ini akses informasi operasional PT Pertamina (Persero) terkait pengadaan crude, LPG dan BBM termasuk status kapal charter sudah dapat diakses melalui website resmi perseroan di www.pertamina.com,” tutur Ahok lewat akun resminya @basuki_btp.

Ahok juga tegas meminta pengadaan di Pertamina harus satu pintu, jangan lagi masing-masing unit di Pertamina tidak berhubungan. Misalnya kilang B lagi membutuhkan sparepart dan kebetulan kilang A punya, maka sparepart di kilang A harus bisa didistribusikan ke kilang B.

Dengan cara seperti itu, Ahok menilai bisa membuat Pertamina menghemat anggaran.

“Nah kalau pengadaan satu pintu, dengan stok yang bisa satu pintu juga, kita bisa hemat uang banyak. Itu yang kita minta direksi lakukan,” tegasnya.

Sikap Ahok yang tegas dan berani juga dinilai bisa untuk menagih utang subsidi pemerintah kepada Pertamina yang sebelumnya susah ditagih. Hal itu pernah dikatakan oleh Anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Gerindra Harry Poernomo.

“Harapan saya BP Hilir memberikan kontribusi cukup ke pelaku non subsidi yang dominan yakni Pertamina. Bantulah Pertamina menagih biaya subsidi ke pemerintah karena itu nagihnya susah. Pak Ahok bisa membantu sebagai Komut supaya nagih biaya subsidi Pertamina cepat,” ujarnya di Komisi VII DPR RI, Jakarta, Rabu (12/2/2020).(/lk/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *