JurnalPatroliNews | Honiara — Misi kunjungan pelabuhan Satgas Gabungan Terpadu Port Visit 2026 di Kepulauan Solomon menjadi momentum untuk memperkuat hubungan persahabatan Indonesia dengan negara di kawasan Pasifik tersebut. Selain mempererat kerja sama bilateral, kunjungan ini membawa misi kemanusiaan melalui penyerahan peralatan kesehatan kepada pemerintah setempat.
Kedatangan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 (WSH-991) di Point Cruz International Wharf, Port of Honiara, Kepulauan Solomon, disambut pejabat pemerintah, aparat keamanan, masyarakat setempat, serta perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon pada Minggu (18/10/2026).
Penyambutan tersebut dihadiri Menteri Kepolisian, Keamanan Nasional, dan Pemasyarakatan sekaligus Pelaksana Tugas Menteri Kesehatan dan Pelayanan Medis Kepulauan Solomon, Hon. John Junior Tuhaika. Turut hadir Pelaksana Tugas Komisaris Royal Solomon Islands Police Force (RSIPF) James Aitorea dan Sekretaris Tetap Kementerian Kepolisian, Keamanan Nasional, dan Pemasyarakatan Trevor Unusu.
Dari pihak Indonesia, hadir Atase Pertahanan RI untuk Papua Nugini Kolonel Cku Suiyanto, Asisten Atase Pertahanan RI Mayor Mar Ferdiyanto, serta perwakilan KBRI dan masyarakat Kepulauan Solomon.
Serahkan Peralatan Kesehatan untuk Mendukung Layanan Medis
Setelah prosesi penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan peralatan kesehatan berupa X-Ray kepada Kementerian Kesehatan Kepulauan Solomon. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan terhadap pelayanan kesehatan di negara tujuan kunjungan.
Agenda berikutnya meliputi peninjauan fasilitas kesehatan dan kegiatan open ship di atas KRI WSH-991. Melalui kegiatan ini, para pejabat Kepulauan Solomon mendapat kesempatan melihat secara langsung fasilitas dan kemampuan pelayanan medis yang dimiliki kapal rumah sakit TNI Angkatan Laut.
Kehadiran kapal tersebut tidak hanya membawa misi kunjungan maritim, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengalaman dan pengenalan kemampuan layanan kesehatan dalam mendukung kegiatan kemanusiaan.
Diplomasi Maritim untuk Mempererat Hubungan Bilateral
Kunjungan Satgas Gabungan Terpadu Port Visit 2026 mencerminkan pemanfaatan diplomasi maritim untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan negara sahabat. Interaksi antara unsur TNI AL, pejabat pemerintah Kepulauan Solomon, aparat keamanan, dan masyarakat setempat menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi serta kerja sama lintas negara.
Penyerahan peralatan kesehatan dan pengenalan fasilitas kapal rumah sakit diharapkan dapat memperluas peluang kolaborasi, khususnya dalam bidang kesehatan dan kegiatan kemanusiaan.
Kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk memperkuat diplomasi TNI AL, meningkatkan kerja sama dengan negara sahabat, serta mengedepankan profesionalisme dan kepedulian kemanusiaan.
Melalui kunjungan ini, TNI AL berupaya mempererat persahabatan Indonesia–Kepulauan Solomon sekaligus mendukung hubungan yang konstruktif di kawasan Pasifik.














Komentar