JurnalPatroliNews | Jakarta — Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri prosesi pelantikan sejumlah pejabat strategis yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Agenda kenegaraan tersebut mencakup pengangkatan empat wakil menteri, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
Pelantikan ini menempatkan sejumlah pejabat baru pada posisi penting di lingkungan pemerintahan, mulai dari sektor pertahanan, pertanian, imigrasi dan pemasyarakatan, hingga penanggulangan bencana serta pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove.
Di lingkungan Kementerian Pertahanan, Presiden Prabowo melantik Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon sebagai Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan. Sementara itu, Marsekal TNI Yusuf Jauhari dipercaya mengemban tugas sebagai Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi.
Dua pejabat lainnya yang turut dilantik yakni Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian dan M. Maulana Bungaran sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Pengangkatan keempat wakil menteri tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 42/M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan periode 2024–2029.
Kristomei Sianturi Pimpin BNPB
Selain jajaran wakil menteri, Presiden Prabowo juga melantik Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 113/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Pergantian kepemimpinan di BNPB menempatkan Kristomei pada posisi penting dalam koordinasi penanggulangan bencana nasional, termasuk penguatan kesiapsiagaan, respons darurat, dan kerja sama antarlembaga dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Pada kesempatan yang sama, Presiden juga melantik Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala BPGMN serta Mayor Jenderal TNI Sriyanto sebagai Wakil Kepala BPGMN. Pengangkatan keduanya mengacu pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 43/M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional.
Keberadaan pimpinan baru pada lembaga tersebut diharapkan mendukung pelaksanaan program pengelolaan dan pemulihan ekosistem gambut serta mangrove secara terarah dan terkoordinasi.
Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Prosesi pelantikan ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin Presiden Prabowo, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara dan pemberian ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik.
Kehadiran Panglima TNI dalam agenda kenegaraan tersebut berlangsung di tengah penataan sejumlah posisi strategis pemerintahan. Keterlibatan pimpinan TNI dalam kegiatan itu juga menjadi bagian dari kehadiran unsur pertahanan negara dalam forum resmi yang mempertemukan jajaran pemerintahan lintas sektor.
Dengan dilantiknya para pejabat tersebut, pemerintah kini memiliki susunan kepemimpinan baru pada sejumlah kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan pertahanan, pelayanan publik, penanggulangan bencana, serta pengelolaan lingkungan.
Sinergi antarlembaga menjadi salah satu aspek penting agar pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah dapat berjalan secara terkoordinasi, sesuai dengan tugas serta kewenangan masing-masing institusi.














Komentar