Gubernur Koster Beri Tali Kasih ke Mantan Atlet Berprestasi

  • Whatsapp
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster (kiri) serahkan tali kasih ke mantan petinju juara Asian Games 1990, Pino Bahari.

JurnalPatroliNews – Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menaruh perhatian kepada para mantan atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama daerah dan Indonesia yang kini memasuki usia senja.

Para mantan atlet top ini diberikan bantuan berupa sembako dan tali ka-sih, yang diserahkan langsung Gubernur Koster secara simbolis, Senin pagi (19/10).

Bacaan Lainnya

Acara penyerahan secara simbolis bantuan sembako dan tali kasih kepada para mantan atlet berprestasi pagi itu dilakukan Gubernur I Wayan Koster di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Kompleks Jaya Sabha, Jalan Surapati Nomor 1 Denpasar.

Penyerahan bantuan ini difasilitasi KONI Bali dan Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali.

Para mantan atlet top yang mendapat tali kasih dari Gubernur Bali I Wayan Koster, antara lain, Pino Bahari (cabang tinju), Ni Made Wahyuni (pencak silat), I Wayan Mudra (pencak silat), Ni Wayan Badengwati (pencak silat), Ni Luh Parwati (pencak silat), dan Ni Ketut Mudiani (atletik). Mereka semua pernah mengharumkan nama Bali. Bahkan, citra Indonesia di pentas internasional.

Pino Bahari, misalnya, merupakan petinju asal Denpasar yang sempat sukses menyabet medali emas Kelas Menengah Asian Games 1990 di Beijing, China.

Pino Bahari sampai kini masih tercatat sebagai petinju Indonesia terakhir yang mampu sabet medali emas di ajang Asian Games, pesta olahraga multievent empat tahunan antar negara Asia. Putra dari pelatih tinju Daniel Bahari (almarhum) ini juga sempat persembahkan medali emas bagi Bali di arena PON.

Pesilat Ni Made Wahyuni juga tak kalah mentereng. Pesilat asal Jembrana ini sempat juara dunia 1989 dan 1994, selain berkali-kali sabet medali emas Kelas D dan Kelas E Asian Games dan PON. Demikian pula pesilat I Wayan Mudra, berkali-kali jadi juara dunia dan PON di Kelas Berat. Ini sama halnya dengan pesilat Ni Wayan Badengwati dan Luh Parwati. Sebaliknya, Ni Ketut Mudiani adalah ratu lintasan atletik Bali era 1990-an, yang dulu mendominasi nomor lempar lembing tingkat nasional.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, pemberian tali kasih ini merupakan sebentuk perhatian serius Pemprov Bali kepada para senior dan panglingsir atlet yang telah berprestasi serta mnengharumkan nama daerah dan Indonesia saat masih menjadi atlet.

“Mereka telah memberikan kontribusi besar kepada Bali dan nama Indonesia. Sudah sepantasnya kami memberikan bantuan dan perhatian pada kehidupannya di masa tua,” ujar Gubernur Wayan Koster.

Gubernur Bali I Wayan Koster berharap bantuan tersebut, bisa sedikit meringankan dan membantu kehidupan masa tua sosok-sosok mantan atlet yang pernah berjasa bagi Bali dan Indonesia tersebut.

“Saya juga sudah berdiskusi dengan KONI Bali dan Disdikpora, bagaimana kita memberdayakan mantan atlet berprestasi ini sebagai pembina atau bagian prioritas untuk turut membantu memajukan olahraga di Bali,” jelas Gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng yang juga Ketua DPD PDI-P Bali ini.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi mengatakan, penyerahan bantuan tali kasih untuk para mantan atlet berprestasi ini dirangkaikan pula dengan peringatan HUT ke-82 KONI.

“Sebagai insan olahraga, kita ingin memberikan suatu penghargaan kepada mantan-mantan atlet nasional yang yang telah berprestasi mulai dari ajang PON hingga event internasional, seperti SEA Games dan Asian Games,” ujar I Ketut Suwandi.

Suwandi menyebutkan, secara keseluruhan ada 74 orang mantan atlet yang akan disentuh bantuan sembako dan tali kasih tersebut.

Dari jumlah itu, 40 orang di antaranya merupakan nama-nama yang pernah mengharumkan nama Bali dan Indonesia, berupa medali di ajang pesta olahraga multievent internasional.

“Jadi, ada beberapa kriteria yang kita gunakan untuk pemberian bantuan dalam kesempatan kali ini. Bagaimana dengan yang lain? Tetap kita berikan secara selektif, sesuai dengan kebutuhannya, termasuk makanan dan suplemen yang diberikan untuk memperkuat daya tahan tubuh mereka,” jelas paparan Suwandi.

Suwandi mengamini pernyataan Gubernur Koster, yang ingin mengajak para mantan atlet berpreatsi untuk turut serta dalam pengembangan atlet muda Bali, agar bisa berprestasi ke depannya.

“Kami juga ingin agar para senior ini membagikan ilmu, teknik, dan pengalamannya kepada para junior. Jadi, mereka masih bisa diberdayakan untuk pembinaan olahraga kita di Bali,” tegas Suwandi.

Sementara itu, Kadis Dikpora Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa mengatakan, pemberian bantuan ini didasarkan rasa representatif dan terima kasih kepada para mantan atlet, yang dulu telah berprestasi dan mengharumkan nama Bali.

“Jadi, ini bentuk perhatian Bapak Gubernur, Pemerintah Provinsi Bali, apalagi di masa Covid-19,” tandas Ngurah Boy.

Beberapa waktu sebelumnya, Gubernur Koster juga sempat memberikan penghargaan kepada para atlet saat tatap muka dengan atlet-atlet Bali peraih medali di ajang SEA Games XXX 2019 di Manila, Filipina.

Penghargaan tersebut diharapkan Gubernur Koster akan mampu semakin memotivasi para atlet lainnya untuk berprestasi dan mengharumkan nama Bali dan Indonesia di kancah internasional.

Selain itu, Gubernur Koster juga sempat memerintahkan Kadis Dikpora Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, untuk mendata atlet-atlet berprestasi.

“Minimal, mereka berprestasi di ajang PON, pesta olahraga multievent empat tahunan tingkat nasional.

(* – TiR).-

Pos terkait