Demokrat Habis Diserang, Sok Paling Jago Urus Negara, Eh Pas Berkuasa Cuma Jadi Candi Hambalang

  • Whatsapp
Kredit Foto: Instagram/Denny Siregar

JurnalPatroliNews Jakarta – Pegiat media sosial Denny Siregar melontarkan kritik tajam kepada Partai Demokrat yang dipimpin Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hal tersebut dikatakan atas kritikan AHY dan Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) terkait kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam menangani pandemi Covid-19.

BACA JUGA :

Menurut dia, Demokrat seakan menjadi partai paling jago mengurus negara. Padahal, saat diberikan kesempatan berkuasa  ternyata menyisakan pambangunan mangkrak.

“Mereka ribut banget.. “Presiden harusnya begini.. ” “Jangan sampe kita jadi failed nation..” “Presiden inkompeten !” Seakan2 paling jago ngurus sesuatu. Eh, sekalinya dikasi kesempatan, jadinya cuma candi Hambalang..,” cetusnya, dalam akun Twitternya, seperti dilihat, Senin (12/7/2021).

Diketahui, AHY sebelumnya menyampaikan kekhawatiran terkait kondisi penyebaran Covid-19 di Tanah Air yang kian mengganas.

“Hampir sekian jam sekali terima berita duka dari yang kita kenal. Ini mengonfirmasi, setiap hari ada rekor baru, baik jumlah yang positif terpapar maupun yang meninggal dunia. Sampai kapan Indonesia?” kata AHY, Rabu lalu (7/7).

Adapun Ibas, mengaku khawatir Indonesia bisa menjadi negara gagal karena tidak mampu menyelamatkan rakyat.

“Covid-19 makin mengganas. Keluarga kita, sahabat kita, dan orang-orang di lingkungan kita banyak yang terpapar, bahkan meninggal dunia. Sampai kapan bangsa kita akan terus begini? Jangan sampai negara kita disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya,” kata dia.

Namun, menurut Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menilai kritik yang disampaikan Ibas terhadap pemerintah soal Covid-19 dianggap wajar.

Menurut dia, tak perlu pendukung pemerintah terlalu responsif menanggapi.

“Para pendukung pemerintah begitu dikritik malah reaktif, berusaha mengalihkan perbincangan dari permasalahan utama, bahkan menyerang pihak-pihak yang memberikan masukan dan kritikan,” kata Herzaky kepada wartawan, Jumat (9/7/2021).

Pos terkait