Gibran Beri Perhatian Khusus bagi Kesejahteraan Guru Agama Kristen


JurnalPatroliNews – JAKARTA — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima audiensi jajaran pengurus pusat Perkumpulan Pendidik Siswa Kristen Indonesia (PERDISKI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (29/5/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan peran pendidik dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta pendidikan karakter dan spiritualitas generasi muda.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan SDM unggul melalui sektor pendidikan dan penguatan karakter bangsa.

Ketua Umum Panitia Musyawarah Nasional (Munas) II PERDISKI, Riovold Yulianto, mengatakan Gibran memberikan arahan khusus agar organisasi profesi tersebut mengambil peran aktif di garis depan pendidikan nasional.

“Ada pesan khusus memang yang disampaikan oleh Pak Wapres. Kita diharapkan PERDISKI ini juga menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan, selain kesejahteraan, juga perlindungan guru dan juga bagaimana peningkatan kualitas pendidikan kita,” ujar Riovold usai pertemuan.

Menurut dia, Gibran juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan workshop yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Diharapkan kita juga harus sering-sering membuat kegiatan-kegiatan, bagaimana workshop-workshop para guru ini, kita terus melakukannya secara intens. Supaya apa, kualitas pendidik juga akan semakin maju. Di satu sisi kesejahteraan, tetapi kualitas juga harus juga dikedepankan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PERDISKI Yusak mengapresiasi perhatian yang diberikan Wapres terhadap eksistensi dan dedikasi guru agama Kristen di seluruh Indonesia.

Menurut Yusak, Gibran memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan kesejahteraan guru agama Kristen sebagai bagian dari penguatan pendidikan keagamaan nasional.

“Beliau juga konsentrasi dalam kesejahteraan guru agama Kristen se-Indonesia dan beliau men-support supaya guru agama Kristen layak untuk diperjuangkan kesejahteraannya dan ini menjadi bagian dari program pemerintah untuk menyukseskan pendidikan agama, khususnya pendidikan agama Kristen,” ungkap Yusak.