JurnalPatroliNews – JAKARTA — Komisi I DPR RI meminta pemerintah memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon. Selain itu, negara juga diminta menjamin kesejahteraan keluarga yang ditinggalkan.
Para prajurit yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon tersebut adalah Prajurit Kepala Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Farizal Rhomadhon, dan Praka Arif Kurniawan.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono, menegaskan bahwa penghargaan negara harus diberikan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian para prajurit yang gugur dalam tugas internasional.
“Saya berharap pemerintah memberikan penghargaan negara setinggi-tingginya kepada prajurit yang gugur, beserta jaminan kesejahteraan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Anton kepada wartawan, Sabtu (4/4/2026).
Ia juga mengecam keras setiap bentuk serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB yang tengah menjalankan mandat internasional. Menurutnya, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan melanggar prinsip perlindungan pasukan perdamaian dalam hukum internasional.
“Semua pihak yang terlibat konflik harus menghormati hukum humaniter internasional serta menjamin keamanan personel penjaga perdamaian,” tegasnya.
Anton turut mendukung langkah Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang mendesak dilakukannya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, serta mendorong investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan atas insiden tersebut.
Ia juga meminta pemerintah memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh prajurit Indonesia yang masih bertugas di Lebanon. Termasuk, kata dia, dengan membekali personel di zona berisiko tinggi dengan perlengkapan perlindungan diri generasi terbaru yang mampu menahan serpihan ledakan.
“Di medan tempur yang dinamis seperti Lebanon, standar keamanan tidak boleh ditawar. Keselamatan pasukan penjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Meski demikian, Anton menegaskan dukungannya terhadap komitmen pemerintah untuk tetap melanjutkan misi perdamaian internasional sebagai bagian dari peran aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas global, sesuai amanat konstitusi.
Sebelumnya, Kemlu RI menyampaikan bahwa jenazah prajurit TNI yang gugur akan dipulangkan dari Istanbul menggunakan penerbangan Turkish Airlines dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu (4/4/2026) sore.
Setibanya di Tanah Air, prosesi penyambutan akan dilakukan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir, sebelum jenazah diberangkatkan ke Lanud Halim Perdanakusuma dan selanjutnya dimakamkan di daerah asal masing-masing di taman makam pahlawan.













