Megawati Beri Arahan Emosional ke Kader PDIP di HUT ke-80 RI: “Jangan Goyah oleh Godaan Kekuasaan”

JurnalPatroliNews – Jakarta – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pesan penuh makna kepada para kadernya pada peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Upacara peringatan digelar di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, dengan Megawati bertindak langsung sebagai inspektur.

Dalam momen itu, Megawati terlihat menitikkan air mata ketika menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah semata.

“Kemerdekaan adalah buah dari darah, keringat, dan air mata para pejuang serta syuhada bangsa ini,” ucap Megawati dengan suara bergetar.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Megawati tidak hadir dalam upacara kenegaraan di Istana Negara meski diundang sebagai mantan presiden. Ia memilih merayakan hari bersejarah tersebut bersama kader partainya.

Upacara berlangsung sekitar sepuluh menit dengan diikuti ratusan kader serta tokoh-tokoh penting PDIP, seperti Sekjen Hasto Kristiyanto, mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, hingga putranya, Prananda Prabowo.

Dalam amanatnya, Megawati menekankan sejumlah hal penting yang harus dijalankan kader PDIP:

  1. Jangan tergoda kekuasaan
    Ia menegaskan, kader PDIP tidak boleh mengkhianati cita-cita kemerdekaan demi kepentingan pribadi. “Jangan goyah oleh godaan kekuasaan, jangan tunduk pada politik yang mengkhianati rakyat,” tegasnya.
  2. Pancasila sebagai penuntun, bukan sekadar slogan
    Megawati menegaskan, Pancasila harus benar-benar menjadi pedoman dalam pengambilan kebijakan, bukan hanya hiasan retorika.
  3. Tidak boleh hanya ikut arus
    Menurutnya, PDIP harus punya pendirian sendiri. “Jangan hanya berani bicara saat kampanye, tapi diam ketika rakyat menderita,” katanya.
  4. Selalu berada di garis depan
    Megawati mengingatkan, Indonesia masih menghadapi tantangan serius: kemiskinan, kesenjangan sosial, krisis pangan, hingga intervensi asing. PDIP, kata dia, harus berada di garda terdepan dalam menghadapinya.
  5. Lawan pengkhianatan terhadap konstitusi
    Ia menegaskan kader PDIP wajib melawan semua bentuk penyalahgunaan dan pelanggaran konstitusi.

Selain itu, Megawati juga menekankan pentingnya disiplin organisasi, turun langsung menyerap aspirasi rakyat, serta menjaga semangat proklamasi dalam diri setiap kader.

Megawati menutup arahannya dengan menyerukan semangat kebersamaan.

“Dengan gotong royong dan kedisiplinan, partai akan semakin kuat, mandiri, dan siap menghadapi ujian sejarah,” ujarnya.