JurnalPatroliNews – Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) VI bertajuk “Kokoh Bersama, Majukan Indonesia” pada Minggu, 28 September 2025, di Jakarta.
Lebih dari seribu peserta hadir dalam forum lima tahunan tersebut, terdiri dari jajaran DPP, MPP, DSP, Fraksi PKS DPR RI dan MPR RI, DPTW, hingga DPD dari seluruh Indonesia. Agenda ini menjadi awal langkah perjuangan pengurus baru PKS periode 2025–2030, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, dalam laporannya menekankan bahwa tema Munas kali ini tidak sekadar jargon, melainkan cerminan arah gerak partai lima tahun mendatang.
Menurutnya, kata “Kokoh” menandakan tekad PKS memperkuat fondasi organisasi dengan membangun kader yang solid, bersih, peduli, profesional, serta memiliki jiwa kenegarawanan.
Adapun makna “Bersama” menunjukkan bahwa perjuangan politik PKS merupakan gerakan kolektif. “Kami bergerak bersama seluruh elemen, mulai dari kader, simpatisan, masyarakat sipil, anak muda, hingga generasi senior, demi membangun negeri,” jelas Kholid.
Sementara frasa “Majukan Indonesia” menjadi komitmen PKS untuk ikut serta dalam pembangunan nasional sesuai amanat para pendiri bangsa yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.
Dalam kesempatan itu, Kholid juga mengingatkan pesan almarhum K.H. Hilmi Aminuddin, pendiri sekaligus guru PKS. “Beliau selalu menegaskan bahwa partai ini adalah milik umat dan bangsa, bukan milik individu tertentu. Kekuatan kita terletak pada kebersamaan, kesungguhan, dan pengorbanan kolektif,” katanya.
Sebagai bagian dari Munas VI, PKS turut meluncurkan dua buku terbaru. Ketua Majelis Syura PKS, Mohamad Sohibul Iman, merilis karya berjudul Masa Depan Demokrasi Kita. Sementara Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf, memperkenalkan buku Lima Rumah Perjuangan.














