JurnalPatroliNews – Jakarta – Maraknya disinformasi, hoaks, dan ujaran kebencian di ruang publik menjadi tantangan serius bagi komunikasi pemerintahan. Situasi ini kembali mencuat setelah publik dihebohkan oleh kabar mengenai dugaan pelonggaran pelabelan halal terhadap produk impor asal Amerika Serikat yang masuk ke Indonesia.
Menanggapi polemik tersebut, pengamat politik Ujang Komarudin menilai langkah cepat Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam meluruskan informasi yang beredar merupakan respons yang tepat dan krusial.
Menurut Ujang, responsivitas Teddy membantu meredam kesalahpahaman publik sekaligus menopang komunikasi pemerintahan Prabowo Subianto. Ia menilai klarifikasi yang cepat penting untuk menetralisir tuduhan yang muncul akibat informasi yang tidak utuh.
“Respons cepat dari Seskab Teddy ini membantu pemerintah menanggulangi tuduhan atau kritik yang muncul akibat salah paham. Ini langkah baik agar publik memahami persoalan secara komprehensif,” ujar Ujang kepada wartawan, Senin (23/2/2026).
Selain aspek komunikasi, Ujang juga menekankan pentingnya ketegasan pemerintah dalam menjaga standar nilai di masyarakat, khususnya terkait sertifikasi halal dan kualitas kesehatan produk. Ia mengingatkan bahwa sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, standar halal tidak bisa ditawar.
“Segala sesuatu yang menyangkut standar halal, kelayakan, dan kualitas harus tetap dijaga. Di sinilah nilai kepemimpinan Letkol Teddy terlihat dalam menjaga kedaulatan regulasi tersebut,” tambahnya.
Meski memberikan apresiasi, Ujang menyampaikan catatan konstruktif agar pemerintah ke depan memperkuat sistem komunikasi satu pintu. Ia menyarankan penunjukan juru bicara khusus yang fokus menangani isu etika maupun teknis pemerintahan.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar informasi yang diterima masyarakat bersifat tunggal dan akurat, sekaligus menghindari tumpang tindih pernyataan antarpejabat di ruang publik.
“Dengan komunikasi yang lebih terpusat, wibawa pemerintah dalam menghadapi krisis informasi akan semakin kuat,” pungkas Ujang.














