JurnalPatroliNews | Palembang -Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, terus diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Dalam misi udara pada Minggu (25/10/2026), Satuan Tugas (Satgas) Udara mengerahkan total sekitar 10 ton bahan semai untuk mendukung pembentukan awan hujan.
Operasi tersebut dilaksanakan melalui sinergi TNI, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta tim gabungan dengan memanfaatkan pesawat militer dan armada penerbangan sipil.
Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan TNI, kegiatan penerbangan dipusatkan dari Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH), Palembang. Sebanyak 800 kilogram dry ice atau es kering disalurkan melalui satu sortie penerbangan menggunakan pesawat Cassa N-212.
Sementara itu, sebanyak 9,2 ton garam semai berupa natrium klorida (NaCl) didistribusikan melalui enam sortie penerbangan. Misi ini melibatkan pesawat Hercules C-130 dan Cassa N-212 milik TNI Angkatan Udara, serta pesawat sipil jenis Caravan.
Optimalkan Pembentukan Awan Hujan
Penyemaian bahan tersebut merupakan bagian dari upaya memodifikasi kondisi atmosfer agar mendukung pembentukan awan hujan. Langkah ini diharapkan membantu mengurangi dampak kekeringan, menekan risiko meluasnya kebakaran, serta mendukung penanganan kabut asap di wilayah terdampak.
Pengerahan sejumlah pesawat dalam operasi tersebut menunjukkan pemanfaatan dukungan udara sebagai salah satu instrumen penanganan karhutla, terutama ketika diperlukan upaya tambahan untuk mendorong terjadinya hujan di kawasan rawan kebakaran.
Meski demikian, keberhasilan operasi modifikasi cuaca tetap bergantung pada kondisi atmosfer, ketersediaan awan yang sesuai, serta faktor meteorologis lainnya. Karena itu, penyemaian bahan bukan jaminan hujan akan langsung turun ataupun seluruh titik api dapat dipadamkan.
Sinergi TNI dan BMKG Berlanjut
Pelaksanaan OMC menjadi bagian dari koordinasi lintas instansi dalam menghadapi ancaman karhutla dan kabut asap di Sumatera Selatan. Dukungan alutsista udara TNI bersama armada sipil diarahkan untuk memperkuat upaya mitigasi dan penanganan dampak kebakaran.
Melalui operasi tersebut, TNI bersama BMKG dan unsur terkait berharap pembentukan awan hujan dapat lebih optimal sehingga membantu menekan dampak karhutla di kawasan rawan.
Upaya ini sekaligus menegaskan pentingnya koordinasi antara pemantauan meteorologi, operasi udara, dan penanganan kebakaran di lapangan agar respons terhadap karhutla dapat berjalan secara terpadu.













Komentar