Sabtu, 26 Januari 2019 20:30 WIB

RAKET

Dukungan Supporter Kunci Keberhasilan Tontowi/Liliyana Lolos ke Final Indonesia Masters 2019

Aldhy Irawan - jurnalpatrolinews
Dukungan Supporter Kunci Keberhasilan Tontowi/Liliyana Lolos ke Final Indonesia Masters 2019 Foto : Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

JurnalPatroliNews JAKARTA – Permainan impresif ditampilkan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kala menaklukkan ganda Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, di semifinal Indonesia Masters 2019. Menang dua game langsung dengan skor 22-20, 21-11, Liliyana menerangkan kalau kunci keberhasilannya ada di game pertama, kala para suporter memberi dukungan luar biasa.

Sejak game pertama dimulai, Tontowi/Liliyana sejatinya selalu tertinggal dari Chan/Goh. Berawal dari ketertinggalan 0-4, Tontowi/Liliyana kesulitan untuk bisa menyamakan skor. Kendati begitu, Tontowi/Liliyana merasa tertolong berkat dukungan publik Istora. Pasalnya, sorakan suporter Indonesia membuat mental lawan melemah.

 

Tak ayal, di poin-poin kritis, Tontowi/Liliyana pun bisa menyalip. Pada akhirnya, game pertama menjadi milik pasangan Indonesia. Liliyana menjelaskan kalau hal itu sangat membantu. Kerena pada game kedua, Chan/Goh sudah berada dalam tekanan sehingga memudahkan Tontowi/Liliyana mendulang poin.

“Kuncinya di game pertama. Apalagi didukung suporter di Istora, lawan kena mentalnya di poin kritis. Di game kedua pola main kami jalan, mereka sudah tertekan,” terang Liliyana, seperti dilansir dari laman resmi PBSI, Sabtu (26/1/2019).

Di partai final, Tontowi/Liliyana akan berduel dengan Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China).

"Sejujurnya untuk acara farewell memang pertama kali mengucapkan kata perpisahan. Pasti tegang dan saya harus persiapan apa yang harus saya bicarakan. Mungkin kalau tak main saya akan lebih tegang. Kalau main saya puas bisa capai final semoga bisa memberikan yang terbaik," kata Liliyana.

"Untuk lawan mereka kami sudah sering bertemu. Terakhir kali kami bertemu kalah tapi bukan berarti terus lalu kalah. Artinya kembali ke nol lagi dan kami coba menerapkan pola permainan serta diskusi dengan pelatih juga." (dai)


KOMENTAR