JurnalPatroliNews – Jakarta – China yang telah mendominasi industri smartphone dan kendaraan listrik (EV) kini semakin serius mengembangkan robot humanoid sebagai pasar baru yang menjanjikan.
Strategi China: Robotika sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Pemerintah Beijing melihat robot humanoid sebagai salah satu pilar penting dalam strategi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Presiden Xi Jinping mendorong perusahaan seperti Unitree Robotics untuk mempercepat pengembangan robot canggih yang mampu melakukan tugas kompleks, termasuk gerakan akrobatik seperti salto.
Menurut Joseph Li, kepala pembentukan modal di C Capital, robot humanoid dianggap sebagai sektor strategis yang dapat meningkatkan otomasi industri, produktivitas, dan memperkuat dominasi teknologi China di tingkat global.
Pasar Robot Humanoid China Melonjak
Dalam beberapa tahun terakhir, industri robotika di China mengalami pertumbuhan pesat, dengan lebih dari 190.000 perusahaan baru terdaftar hanya dalam setahun terakhir. Pendanaan besar-besaran mendorong robot humanoid menjadi sektor utama, dengan prediksi pasar mencapai USD 43 miliar pada 2035.
China memiliki keunggulan dalam biaya produksi dibandingkan pesaingnya. Contohnya, robot G1 buatan Unitree dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan robot humanoid yang dikembangkan di Amerika Serikat.
“China memiliki rantai pasokan yang kuat dan biaya produksi yang lebih rendah, yang akan mempercepat perkembangan industri ini,” kata Li.
Dukungan AI dan Investasi Besar-Besaran
Tak hanya perusahaan robotika, raksasa teknologi China seperti BYD dan Huawei juga mulai berinvestasi dalam pengembangan robot humanoid, memanfaatkan kemajuan dalam kecerdasan buatan (AI) dan teknologi kendaraan listrik.
Meski Amerika Serikat masih unggul dalam riset dan pengembangan, skala besar dan kebijakan pemerintah China memungkinkan negara itu untuk memperkecil kesenjangan.
Sementara itu, Jepang—yang selama ini dikenal sebagai pemimpin di bidang robot industri—mulai tertinggal dalam pengembangan robot humanoid dibandingkan AS dan China. Namun, Jepang tetap memiliki potensi besar untuk mengejar ketertinggalan, terutama dengan mengaplikasikan robot humanoid dalam sektor-sektor domestik seperti pertanian yang menghadapi kekurangan tenaga kerja.
China kini semakin mempercepat langkahnya untuk menjadi pemimpin global dalam industri robot humanoid, menjadikan sektor ini sebagai kekuatan baru dalam ekonomi teknologi mereka.
Komentar