JurnalPatroliNews – Jakarta – Menjelang penutupan tahun 2025, SoftBank kembali menunjukkan agresivitasnya di sektor kecerdasan buatan. Konglomerasi investasi asal Jepang itu resmi menambah porsi kepemilikan saham di OpenAI hingga mendekati 11 persen, usai menuntaskan putaran kedua investasi bernilai puluhan miliar dolar AS.
Tahap lanjutan investasi tersebut bernilai 22,5 miliar dolar AS dan melengkapi komitmen pendanaan SoftBank yang sejak April 2025 telah menargetkan suntikan dana besar ke perusahaan pengembang ChatGPT. Dengan rampungnya tahap ini, total dana yang digelontorkan ke OpenAI mencapai sekitar 41 miliar dolar AS atau setara Rp684,5 triliun.
Dari total nilai tersebut, sekitar 30 miliar dolar AS berasal dari Vision Fund milik SoftBank, sementara sisanya sebesar 11 miliar dolar AS dihimpun dari investor eksternal. Struktur pendanaan ini menempatkan SoftBank sebagai salah satu pemegang saham terbesar OpenAI secara global.
Pendiri SoftBank, Masayoshi Son, menegaskan bahwa langkah ini mencerminkan keyakinan jangka panjang perusahaannya terhadap masa depan kecerdasan buatan tingkat lanjut, khususnya Artificial General Intelligence (AGI).
Menurut Son, visi OpenAI dalam mengembangkan AGI yang membawa manfaat luas bagi umat manusia sejalan dengan arah strategis SoftBank. Ia menilai AGI sebagai lompatan teknologi besar yang berpotensi mengubah tatanan kehidupan manusia di berbagai sektor.
Sementara itu, CEO OpenAI Sam Altman menyambut positif tambahan dukungan tersebut. Ia menilai kehadiran SoftBank, dengan pengalaman dan jangkauan globalnya, akan mempercepat pengembangan dan distribusi teknologi AI canggih ke berbagai belahan dunia.
Di luar OpenAI, SoftBank juga terlibat dalam proyek infrastruktur kecerdasan buatan berskala raksasa bernama Stargate di Amerika Serikat, dengan nilai investasi mencapai 500 miliar dolar AS, yang digarap bersama OpenAI dan Oracle.
Belum lama ini, SoftBank juga memperkuat pijakannya di sektor pendukung AI dengan mengakuisisi perusahaan investasi pusat data asal AS, DigitalBridge, senilai sekitar 4 miliar dolar AS. Langkah tersebut semakin menegaskan ambisi SoftBank untuk menjadi pemain kunci dalam ekosistem global kecerdasan buatan.









