Rupiah dan IHSG Perkasa Usai Iran dan Israel Sepakati Gencatan Senjata

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pasar keuangan Indonesia menunjukkan respons positif menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai tercapainya gencatan senjata antara Iran dan Israel pada Selasa, 24 Juni 2025.

Baik nilai tukar Rupiah maupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat signifikan pada penutupan perdagangan hari itu.

Berdasarkan data dari Bloomberg, Rupiah menguat hingga mencapai Rp16.353 per Dolar AS pada sore hari. Ini berarti terjadi apresiasi sebesar 138,5 poin atau setara 0,84 persen dibandingkan sesi sebelumnya.

Kinerja pasar saham pun sejalan. IHSG ditutup menguat ke posisi 6.869, mengalami kenaikan 82 poin atau naik 1,21 persen, menandakan peningkatan kepercayaan investor terhadap situasi geopolitik dan ekonomi global.

Ibrahim Assuaibi, analis pasar uang dan komoditas, mengungkapkan bahwa sentimen positif terhadap meredanya ketegangan militer di Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama penguatan Rupiah. Menurutnya, pernyataan Trump bahwa Iran dan Israel telah bersepakat menghentikan seluruh aksi militer menjadi angin segar bagi pelaku pasar.

“Kalau kesepakatan ini dijalankan penuh, maka perang yang sudah berlangsung selama hampir dua pekan akan resmi berakhir dalam satu hari ke depan,” ujar Ibrahim dalam pernyataan resmi.

Selain faktor geopolitik, ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat juga turut mendukung penguatan Rupiah. Gubernur The Fed, Michelle Bowman, memberi sinyal bahwa pemangkasan suku bunga dapat mulai dilakukan paling cepat Juli 2025, seiring meredanya tekanan inflasi.

Pernyataan ini memicu optimisme bahwa bank sentral AS akan mulai melonggarkan kebijakan moneternya dalam waktu dekat, yang pada gilirannya memperlemah Dolar dan memberi ruang bagi penguatan mata uang negara berkembang seperti Indonesia.

“Pasar hari ini juga mencermati pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell di hadapan Kongres AS, serta menunggu rilis data Consumer Confidence dan Indeks Manufaktur wilayah Richmond,” imbuh Ibrahim.

Ia memperkirakan Rupiah pada Rabu, 25 Juni 2025, akan bergerak dalam kisaran fluktuatif, namun tetap berpeluang ditutup menguat di rentang Rp16.300 hingga Rp16.360 per Dolar AS.