JurnalPatroliNews – New York – Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, mewakili Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi Internasional mengenai Implementasi Solusi Dua Negara yang berlangsung di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York. Forum ini digagas bersama oleh Prancis dan Arab Saudi, dan menghasilkan Deklarasi New York, yang memuat seruan kuat untuk penyelesaian damai konflik Palestina-Israel.
Dokumen deklarasi yang memperoleh dukungan luas dari banyak negara anggota PBB itu menekankan urgensi untuk menghentikan kekerasan di Gaza, membuka akses bantuan kemanusiaan, serta mendukung implementasi rencana rekonstruksi kawasan yang disusun Liga Arab dan OKI.
“Deklarasi ini mencakup ringkasan dan pembentukan kelompok kerja yang membahas isu-isu strategis seperti gencatan senjata, bantuan darurat, pembangunan kembali Gaza, keamanan, hingga reformasi Otoritas Palestina,” ungkap Perwakilan Tetap RI untuk PBB dalam siaran resminya, Rabu (30/7).
Konferensi juga menyoroti kondisi kemanusiaan di Tepi Barat serta pentingnya mendorong terbentuknya negara Palestina yang merdeka, berdaulat, dan memiliki perekonomian yang berkelanjutan.
Dalam pidatonya, Arrmanatha yang akrab disapa Tata menegaskan komitmen Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina, khususnya melalui pendidikan generasi mudanya.
“Indonesia percaya bahwa anak-anak Palestina yang saat ini kami dukung, kelak akan menjadi pemimpin masa depan bagi negara Palestina yang merdeka dan demokratis,” ujarnya di hadapan forum internasional.
Tata juga mengajak seluruh negara untuk tidak lagi sekadar mengulang pernyataan politis, melainkan benar-benar mengambil langkah nyata dan tidak dapat dibalik menuju solusi dua negara. Solusi ini, tegasnya, harus berdasarkan hukum internasional, batas wilayah tahun 1967, dan berbagai resolusi Dewan Keamanan serta Majelis Umum PBB.
“Dunia harus berhenti hanya mengelola krisis dan mulai mengakhirinya. Indonesia siap bekerja sama dengan negara-negara yang serius ingin memenuhi janji kepada rakyat Palestina,” katanya.
Sebagai penutup, Tata memberikan apresiasi kepada Prancis dan Inggris atas komitmen mereka untuk secara resmi mengakui negara Palestina dalam Sidang Majelis Umum PBB yang akan digelar pada bulan September 2025.








