JurnalPatroliNews – Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang dapat melanda sejumlah wilayah pesisir di Indonesia pada bulan Agustus 2025. Fenomena ini dipicu oleh adanya fase Bulan Purnama yang jatuh pada 9 Agustus serta peristiwa Perigee atau jarak terdekat Bulan dengan Bumi pada 14 Agustus.
Melalui unggahan di akun Instagram resmi @bmkgmaritim, Sabtu (2/8), BMKG menyampaikan bahwa kombinasi kedua fenomena astronomi tersebut berpotensi menyebabkan naiknya ketinggian muka air laut secara signifikan di berbagai perairan Indonesia.
“Banjir rob bisa berdampak pada aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan dan pesisir, mulai dari kegiatan logistik, permukiman pesisir, hingga sektor ekonomi seperti tambak garam dan perikanan darat,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Masyarakat yang tinggal di daerah terdampak diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, bersiap menghadapi kemungkinan genangan, serta rutin memantau informasi cuaca kelautan yang disediakan oleh BMKG.
Wilayah Pesisir yang Berisiko Mengalami Banjir Rob
Berikut daftar wilayah pesisir yang diperkirakan akan terdampak banjir rob selama bulan Agustus 2025:
Sumatra
- Sumatra Utara: Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan (9–15 Agustus)
- Kepulauan Riau: Batam, Bintan (9–14 Agustus), Karimun (7–12 Agustus), Dabo Singkep (7–11 Agustus), Tanjung Pinang (9–12 Agustus)
- Sumatra Barat: Padang, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Kepulauan Mentawai (8–12 Agustus)
- Jambi Timur: Pesisir Jambi (5–10 Agustus)
- Bangka Belitung: Pangkalpinang, Tanjungpandan (6–12 Agustus)
Jawa
- Banten: Utara Tangerang (5–13 Agustus), Selat Sunda bagian barat Pandeglang (5–13 Agustus), Selatan Pandeglang (10–12 Agustus), Selatan Lebak (9–17 Agustus)
- Jakarta: Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, Kalibaru, Muara Angke, Penjaringan (2–9 Agustus)
- Jawa Barat: Subang, Indramayu, Cirebon (2–6 Agustus)
- Jawa Tengah: Brebes (14–20 Agustus)
- D.I. Yogyakarta: Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul (10–17 Agustus)
- Jawa Timur: Pelabuhan Surabaya (8–11 Agustus)
Bali & Nusa Tenggara
- Bali Selatan: (9–16 Agustus)
- Nusa Tenggara Barat: Pesisir Lombok dan Bima (7–11 Agustus)
- Nusa Tenggara Timur: Pesisir Utara dan Selatan Flores, Pesisir Sumba, Sabu-Raijua, Timor-Rote (8–11 Agustus)
Kalimantan
- Kalimantan Utara: Perairan Tarakan (10–13 Agustus)
- Kalimantan Selatan: Kotabaru, Tanah Bumbu (8–14 Agustus)
- Kalimantan Barat: Pesisir (6–10 Agustus)
Maluku dan Papua
- Maluku: Kepulauan Kai, Kepulauan Aru (11–18 Agustus), Kepulauan Tanimbar (11–17 Agustus)
- Papua Selatan: Merauke (11–18 Agustus), Selat Muli (9–17 Agustus)
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah-wilayah tersebut untuk tetap siaga, mengantisipasi kemungkinan terganggunya aktivitas harian akibat pasang laut ekstrem, serta memperhatikan informasi resmi yang terus diperbarui.














