JurnalPatroliNews – Jakarta – Demi mengurangi polusi cahaya yang setiap waktu mengganggu aktivitas penelitian astronomi di Observatorium Bosscha Lembang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Jawa Barat berkomitmen menata penggunaan cahaya lampu buatan khususnya di kawasan Lembang.
Langkah ini dilakukan tidak hanya demi kelestarian Bosscha sebagai situs cagar budaya nasional, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem malam hari.
Bupati Bandung Barat Jeje Richie Ismail atau Jeje Govinda mengatakan banyak pihak masih belum memahami bahaya polusi cahaya, sehingga diperlukan edukasi dan regulasi jelas agar penggunaan cahaya malam hari tidak berdampak buruk bagi kegiatan observasi bintang.
“Bosscha bukan hanya kebanggaan Bandung Barat, tetapi aset nasional yang harus dilestarikan. Polusi cahaya yang memancar ke atas sangat mengganggu observasi astronomi dan berbahaya bagi lingkungan.
Karena itu nanti akan ada regulasi, termasuk sosialisasi ke pelaku wisata dan masyarakat,” kata Jeje pada awak media, Minggu (23/11/2025).
Jeje menyebut sumber utama polusi cahaya berasal dari destinasi wisata dan lampu sorot yang diarahkan ke langit.
Pemkab Bandung Barat menyatakan siap berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), akademisi, pelaku usaha, serta pemerintah pusat untuk memperbaiki kondisi tersebut.
“Perekonomian memang membutuhkan cahaya, tetapi penggunaannya harus diatur, termasuk pencahayaan jalan umum agar tidak menimbulkan pencemaran cahaya,” tambahnya.
Jeje memaparkan lima rekomendasi awal yang akan disusun bersama tim teknis, antara lain memilih warna cahaya hangat, membatasi waktu penggunaan lampu sorot hingga pukul 22.00 WIB, serta memastikan arah cahaya tidak menyorot ke atas.
“Setelah regulasi penataan cahaya berjalan, Bosscha harus makin sering dibuka untuk umum. Edukasi dan wisata ilmiah harus diperkuat,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Irwan Meilano, menegaskan bahwa penataan cahaya bukan berarti mematikan aktivitas ekonomi, melainkan memastikan penggunaan cahaya sesuai fungsi.
“Cahaya itu penting untuk kegiatan ekonomi dan pendidikan. Tetapi, arah dan waktunya harus diatur. Solusinya sederhana yakni gunakan tudung lampu, batasi jam operasional, dan hindari lampu yang menyorot ke langit,” jelasnya.














