Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah Lewat Ajang Golf & Charity: Kadin Dorong Target Ekonomi 8%

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kedekatan komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah kembali menjadi sorotan dalam acara Gathering, Charity & Golf Tournament yang digelar Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia di Sedayu Indo Golf, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Minggu, 30 November 2025.

Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan santai yang dikemas untuk mempererat hubungan dua sektor penting penopang perekonomian nasional.

Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, M. Arsjad Rasjid, menegaskan bahwa ajang ini tidak hanya sekadar olahraga, namun wadah memperkuat jejaring dan menciptakan sinergi antarpelaku ekonomi.

“Kolaborasi tidak cukup dibangun hanya melalui forum formal. Aktivitas sosial seperti olahraga justru menciptakan komunikasi yang lebih akrab dan cair,” ujar Arsjad.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus Wantim Kadin dari berbagai daerah, pengurus Kadin Indonesia, perwakilan asosiasi pengusaha, hingga anggota DPR RI. Selain memperluas jaringan profesional, acara ini juga disertai aksi sosial berupa penggalangan dana Rp1 miliar untuk membantu korban bencana di Sumatra sebagai bentuk kepedulian Wantim Kadin.

Arsjad kembali menekankan bahwa dunia usaha memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan ekonomi nasional.

“Untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8 persen, diperlukan kerja sama dan keselarasan dari seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Ia menyebut, agenda golf dan silaturahmi ini merupakan rangkaian menuju Rapimnas Kadin Indonesia 2025, setelah sebelumnya berlangsung Rapat Pleno dan Forum Komunikasi Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin di Mangkuluhur Artotel Suites Jakarta pada 28 November. Aspirasi yang terbangun dari forum informal ini akan dikristalisasikan untuk bahan pembahasan resmi di Rapimnas.

Dari sisi legislatif, Andi Achmad Dara, anggota Komisi XI DPR RI, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dunia usaha dan parlemen. Ia menilai Wantim Kadin merupakan mitra penting dalam memberikan perspektif terhadap sejumlah RUU ekonomi yang masuk Program Legislasi Nasional—seperti RUU Kadin, RUU Sistem Perekonomian Nasional, RUU Perindustrian, serta RUU Kawasan Industri.

“Harmonisasi komunikasi antara DPR dan Wantim Kadin akan menopang program pemerintah, terutama dalam pembangunan sektor ekonomi,” ujar Andi.

Arsjad menambahkan, kolaborasi multipihak menjadi elemen kunci dalam percepatan Visi Indonesia Emas 2045, yakni menjadikan negara sebagai lima besar ekonomi dunia.

Kegiatan ini bukan hanya soal olahraga atau networking, tetapi menciptakan suasana pertemuan informal yang memungkinkan pelaku usaha dan pemangku kebijakan untuk berdiskusi langsung tanpa sekat protokoler. Menurut Arsjad, pola interaksi seperti ini mampu memperkuat rasa saling percaya dan mempercepat penyamaan visi.

“Kami berharap sinergi yang terbangun dapat memperkuat daya saing ekonomi nasional sekaligus mendorong tercapainya target-target pembangunan pemerintah,” tutup Arsjad.