JurnalPatroliNews – Jakarta – Komisi V DPR RI menegaskan perlunya percepatan pemulihan infrastruktur dasar di wilayah Sumatera yang terdampak bencana. Langkah tersebut dinilai krusial guna memperlancar penyaluran bantuan dan mempermudah proses evakuasi warga.
Kapoksi Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (DWS), menyampaikan bahwa kondisi infrastruktur yang rusak menjadi hambatan terbesar dalam distribusi logistik.
Menurutnya, hingga saat ini masih ada sejumlah daerah yang terisolasi akibat akses jalan dan jembatan yang terputus, sehingga menghambat pengiriman bantuan dan mengurangi akses masyarakat terhadap layanan kesehatan darurat.
“Pemulihan infrastruktur dasar menjadi faktor utama. Tanpa akses jalan dan jembatan yang memadai, distribusi bantuan dan evakuasi akan terkendala,” ujar Danang kepada wartawan, Kamis, 4 Desember 2025.
Danang meminta pemerintah pusat—melalui Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU), pemangku kepentingan teknis, dan pemerintah daerah—untuk bergerak cepat melakukan pendataan kerusakan, mempercepat perbaikan akses darat, serta memastikan koordinasi antarinstansi berjalan efektif.
Ia menilai percepatan perbaikan infrastruktur tidak hanya penting untuk meminimalkan jumlah korban, tetapi juga untuk memulihkan kehidupan sosial ekonomi warga secara lebih cepat.
Selain percepatan pemulihan, Danang menekankan perlunya peningkatan kesiapsiagaan ke depan, termasuk penyediaan sarana transportasi darurat agar bantuan tetap dapat menjangkau wilayah yang sulit diakses.
“Kita tidak punya waktu untuk menunda. Setiap jam sangat berarti untuk keselamatan masyarakat,” tegas legislator Dapil Jateng III tersebut.
Hingga kini, kerusakan jalan, jembatan, dan gangguan jaringan komunikasi masih menghambat upaya penanganan di sejumlah lokasi. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah cepat dan terukur agar seluruh wilayah terdampak dapat menerima bantuan secara merata dan tepat waktu.













