JurnalPatroliNews – Jakarta – Festival aparatur sipil negara (ASN) yang digelar Pemerintah Kota Semarang pada Sabtu (6/12/2025) tak hanya menghadirkan sesi seminar, tetapi juga menjadi momentum aksi kemanusiaan melalui kegiatan penggalangan dana solidaritas untuk korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dalam kegiatan yang diberi tajuk ASN Charity tersebut, para ASN memberikan kontribusi sukarela sebagai bentuk empati kepada masyarakat di tiga provinsi yang sedang berjuang memulihkan diri dari dampak bencana.
Dana yang dikumpulkan selanjutnya akan disalurkan melalui Korpri Peduli, organisasi yang selama ini aktif mengoordinasikan bantuan bagi korban bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.
Aksi sosial ini menjadi klimaks dari gagasan transformasi birokrasi yang disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.
Dalam sambutannya di UTC Convention Hall, ia menegaskan bahwa perubahan di tubuh birokrasi tidak cukup hanya mengulang tradisi, tetapi harus berani menantang pola lama dengan cara-cara yang lebih manusiawi.
“Festival ini adalah pernyataan tegas. Kita tidak cukup hanya melanjutkan tradisi, kita perlu menantang tradisi,” ujarnya di hadapan para peserta.
Agustina menambahkan, reformasi birokrasi tidak hanya berhenti pada transformasi digital, tetapi juga memerlukan sentuhan nilai kemanusiaan dari setiap aparatur negara.
Menurutnya, reformasi harus mampu membuka ruang bagi ide-ide segar yang berpihak pada pelayanan publik yang lebih responsif.
Semangat tersebut diwujudkan dengan mengubah paradigma ASN dari sekadar pelayan yang terpaku pada prosedur menjadi insan yang mengedepankan empati dan solusi dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Konsep personal social responsibility (PSR) kemudian diperkenalkan sebagai fondasi perubahan. Jika corporate social responsibility (CSR) menjadi tanggung jawab lembaga, maka PSR adalah bentuk tanggung jawab sosial yang harus hadir dalam diri setiap ASN dan tercermin dalam tindakan nyata sehari-hari.
“Jika di dunia korporasi ada CSR, saya ingin setiap ASN Kota Semarang menghidupi PSR. Ini adalah karakter peduli yang diwujudkan dalam tindakan nyata,” tegas Agustina.
Melalui aksi penggalangan dana ini, Pemkot Semarang berharap semangat PSR dapat tumbuh menjadi budaya baru di kalangan ASN, sekaligus menguatkan kepedulian terhadap sesama tanpa batas geografis.














