Hasto Dorong Evaluasi Kebijakan Lingkungan, Usulkan Moratorium Hutan Diberlakukan Kembali

JurnalPatroliNews – Jakarta – PDI Perjuangan menyoroti urgensi peninjauan ulang kebijakan lingkungan hidup menyusul rangkaian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Partai berlambang banteng tersebut menilai berbagai masukan terkait penetapan status bencana nasional perlu disikapi secara serius oleh pemerintah.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyampaikan pandangan tersebut usai memberangkatkan bantuan kemanusiaan berupa 30 unit ambulans serta 90 tenaga medis ke daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Kegiatan pelepasan tim kemanusiaan itu berlangsung di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, pada Senin, 29 Desember 2025.

Menurut Hasto, wacana penetapan status bencana nasional tidak sekadar berkaitan dengan aspek administratif. Lebih dari itu, hal tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan kondisi lingkungan yang dinilainya telah mengalami kerusakan serius akibat kebijakan alih fungsi hutan.

Ia menekankan bahwa sejumlah bencana yang terjadi tidak dapat dilepaskan dari degradasi ekologis yang berlangsung dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk memperbaiki tata kelola lingkungan secara menyeluruh.

Hasto kemudian mengingatkan kembali kebijakan moratorium hutan yang pernah diterapkan pada masa pemerintahan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Ia menilai kebijakan tersebut lahir dari kesadaran bahwa menjaga keseimbangan ekosistem merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya melindungi kehidupan manusia.

Menurutnya, pendekatan serupa layak dipertimbangkan kembali oleh pemerintah saat ini sebagai langkah preventif untuk mengurangi potensi bencana di masa mendatang. Pembenahan lingkungan, kata Hasto, harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Di sisi lain, PDI Perjuangan menegaskan komitmennya dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana. Sejak awal Desember, tim medis partai telah dikerahkan ke lokasi bencana untuk memberikan layanan kesehatan langsung kepada warga.

Hasto menjelaskan bahwa bantuan tersebut bukan bersifat sementara. Atas arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, partai menyiapkan program pendampingan jangka panjang selama satu tahun melalui Badan Penanggulangan Bencana (Baguna), relawan kesehatan, serta kerja sama dengan dokter diaspora.

Selain layanan medis, PDI Perjuangan juga menyiapkan dukungan pemulihan psikologis bagi para penyintas. Tim psikolog disiagakan untuk memberikan pendampingan trauma healing, mengingat pemulihan mental masyarakat pascabencana dinilai sama pentingnya dengan pemulihan fisik.