Airlangga Targetkan Sektor Pariwisata Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah menaruh harapan besar pada sektor pariwisata sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk tahun 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dipatok di kisaran 16 hingga 17,6 juta orang, meningkat dibandingkan target akhir 2025 yang berada di angka 15 juta kunjungan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini capaian tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menurut Airlangga, dengan meningkatnya arus wisatawan asing, penerimaan devisa dari pariwisata diperkirakan berada pada rentang Rp22 miliar hingga Rp24,7 miliar. Kontribusi sektor ini terhadap PDB nasional pun diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 4,5–4,7 persen.

“Dengan target kunjungan tersebut, kontribusi pariwisata terhadap perekonomian nasional akan semakin kuat,” ujar Airlangga, Selasa, 13 Januari 2026.

Sehari sebelumnya, Airlangga menggelar rapat koordinasi bersama Menteri Pariwisata Widiyanto Putri Wardhani di Kantor Kementerian Pariwisata. Dalam pertemuan itu, pemerintah menyepakati sejumlah langkah strategis untuk memperkuat fondasi sektor pariwisata nasional.

Salah satu fokus utama adalah percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas, terutama dengan mengoptimalkan jaringan antarbandara, termasuk bandara-bandara baru yang telah beroperasi. Pemerintah juga mendorong sinergi program antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya di kawasan destinasi wisata prioritas.

Selain itu, akses masuk wisatawan asing akan dipermudah melalui evaluasi kebijakan visa kunjungan. Transformasi tata kelola pariwisata juga menjadi perhatian, termasuk percepatan digitalisasi, pembenahan sistem perizinan penyelenggaraan event secara terintegrasi, serta penguatan standar keamanan melalui skema asuransi pariwisata.

Di sisi sumber daya manusia, pemerintah menyiapkan program peningkatan keterampilan (upskilling) dengan target 400 ribu tenaga kerja pariwisata setiap tahun. Untuk mendukung pembiayaan dan keberlanjutan fiskal, akan dibentuk Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF), disertai pemberian insentif pajak berupa PPh ditanggung pemerintah (DTP) bagi pekerja pariwisata selama periode 2025–2026.

Menjelang musim Lebaran, pemerintah juga menyiapkan berbagai stimulus seperti potongan harga tiket transportasi dan diskon belanja, serta membahas kemudahan fasilitas visa yang hasilnya akan dilaporkan kepada Presiden.

“Semua langkah ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan sektor pariwisata, terutama menjelang periode libur besar,” kata Airlangga.

Berdasarkan data kuartal III 2025, sektor pariwisata menyumbang 3,96 persen terhadap PDB nasional. Pada periode yang sama, devisa pariwisata tercatat mencapai 13,82 miliar dolar AS dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 25,91 juta orang.

Hingga November 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia mencapai 13,98 juta orang. Rata-rata pengeluaran wisatawan asing per kunjungan pada kuartal III 2025 tercatat sebesar 1.259 dolar AS, dengan negara penyumbang kunjungan terbesar berasal dari Malaysia, Australia, Singapura, dan Tiongkok.