JurnalPatroliNews – Jakarta – Pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada perdagangan hari ini berlangsung penuh kejutan. Sejak pembukaan, saham emiten batu bara ini sempat menunjukkan sinyal positif dengan dibuka di level Rp260 per lembar, lebih tinggi dibanding harga penutupan sebelumnya di Rp250. Kondisi itu mencerminkan adanya dorongan beli di awal sesi.
Pada perdagangan pagi, harga BUMI bergerak dinamis dalam rentang Rp258 hingga Rp264. Aktivitas transaksi terbilang ramai, mencerminkan tingginya minat pasar terhadap saham berkapitalisasi besar dan berlikuiditas tinggi tersebut. Volume dan frekuensi perdagangan yang besar menunjukkan BUMI masih menjadi salah satu saham favorit untuk diperdagangkan secara aktif.
Namun, situasi berubah tajam menjelang tengah hari. Tekanan jual datang secara masif dan langsung menguasai pasar. Harga saham terkoreksi cepat hingga menyentuh Rp220, yang menjadi posisi terendah sekaligus harga terakhir hingga pukul 13.01 WIB.
Penurunan ke level tersebut berarti saham BUMI merosot sekitar 14,73 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Di level Rp220, antrean jual terlihat menumpuk, sementara minat beli hampir tidak terlihat, menandakan dominasi penuh aksi jual.
Dari sisi transaksi, lonjakan aktivitas menjadi perhatian utama. Hingga siang hari, jumlah saham BUMI yang berpindah tangan mencapai sekitar 9,48 miliar lembar dengan nilai transaksi menembus Rp2,16 triliun. Besarnya volume tersebut mengindikasikan tekanan jual terjadi secara luas dan cepat, sehingga memicu volatilitas ekstrem dalam waktu singkat.
Secara fundamental, BUMI masih mencatatkan EPS sebesar Rp0 dengan rasio PE di level 0. Kapitalisasi pasarnya tercatat sekitar Rp81,69 triliun, menempatkannya di posisi empat besar dari total 47 emiten dalam sektor industrinya.
Meski demikian, pergerakan harga hari ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar dan aksi jual mendadak. Pelaku pasar kini mencermati apakah area Rp220 mampu berperan sebagai level penopang penting, atau justru membuka peluang pelemahan lanjutan.
Perjalanan saham BUMI hari ini menjadi gambaran jelas betapa cepatnya arah pasar dapat berubah: dibuka optimistis di pagi hari, lalu anjlok tajam hanya dalam hitungan jam akibat tekanan jual yang kuat.













