KRI Prabu Siliwangi-321 Resmi Bertolak dari Italia, Perkuat Armada Tempur TNI AL

JurnalPatroliNews – Jakarta – Armada tempur TNI Angkatan Laut kembali diperkuat dengan kehadiran kapal perang baru, KRI Prabu Siliwangi-321. Kapal tersebut resmi memulai pelayaran menuju Indonesia setelah diberangkatkan dari Dermaga Base Navale Della Spezia, Italia, Selasa (11/2/2026).

Pelepasan KRI Prabu Siliwangi-321 berlangsung dalam seremoni militer yang dihadiri Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Italia dan Vatikan, Junimart Girsang, serta Komandan Satuan Tugas, Laksamana Pertama TNI Sumarji Bimoaji. Upacara tersebut menandai dimulainya perjalanan kapal perang terbaru itu menuju tanah air untuk selanjutnya bergabung dalam jajaran armada TNI AL.

KRI Prabu Siliwangi-321 berada di bawah komando Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja. Ia menyampaikan bahwa keberangkatan kapal ini tidak sekadar perjalanan pulang, melainkan bagian penting dari penguatan postur pertahanan maritim Indonesia.

“Pelayaran ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kekuatan TNI AL. KRI Prabu Siliwangi-321 telah dipersiapkan dengan personel yang terlatih serta sistem persenjataan yang telah melalui berbagai uji kelayakan,” ujar Kurniawan.

Kapal perang tersebut dirancang dengan teknologi mutakhir dan diproyeksikan menjadi unsur strategis dalam menjaga kedaulatan serta kepentingan nasional di wilayah perairan Indonesia. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan daya gentar dan kesiapsiagaan TNI AL dalam menghadapi dinamika tantangan keamanan maritim.

Keberangkatan KRI Prabu Siliwangi-321 juga mencerminkan komitmen pemerintah Indonesia dalam mendorong modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) matra laut. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menempatkan modernisasi armada sebagai prioritas utama guna menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di laut.

Setibanya di Indonesia, KRI Prabu Siliwangi-321 akan menjalani tahapan integrasi dan penyesuaian operasional sebelum resmi memperkuat jajaran tempur TNI Angkatan Laut di berbagai wilayah strategis perairan nasional.