Di Tengah KTT Munich, Serangan Udara Rusia Kembali Guncang Odesa dan Zaporizhzhia

JurnalPatroliNews -Odesa – Serangan pesawat tak berawak (drone) Rusia kembali mengguncang wilayah selatan Ukraina, tepatnya di kota pelabuhan Odesa.

Insiden yang terjadi pada Sabtu waktu setempat tersebut menyebabkan sebuah bangunan tempat tinggal terbakar hebat dan menelan satu korban jiwa.

Gubernur wilayah Odesa, Oleg Kiper, mengonfirmasi bahwa korban tewas merupakan seorang perempuan yang berada di dalam bangunan tersebut saat serangan terjadi.

Meskipun petugas penyelamat bergerak cepat memadamkan api, nyawa korban tidak dapat tertolong. Ledakan dari drone tersebut juga dilaporkan menghancurkan jendela-jendela bangunan di sekitar lokasi kejadian.

Kekerasan tidak hanya berhenti di Odesa. Di wilayah timur laut pelabuhan Laut Hitam, tepatnya di Zaporizhzhia, intensitas serangan udara meningkat drastis.

Kepala militer regional, Ivan Fedorov, melaporkan adanya 655 serangan terhadap 41 permukiman dalam 24 jam terakhir. Rangkaian gempuran tersebut menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai tiga warga lainnya.

Eskalasi serangan ini terjadi bertepatan dengan pelaksanaan Konferensi Keamanan Munich (Munich Security Conference) yang dihadiri oleh para pemimpin dunia, diplomat, dan menteri pertahanan dari Amerika Serikat serta Eropa.

Fokus utama pertemuan tingkat tinggi ini adalah mencari jalan keluar guna mengakhiri konflik berkepanjangan di Ukraina.

Di sela-sela KTT tersebut, isu dukungan militer dan negosiasi dengan Rusia menjadi topik utama. Kanselir Jerman Friedrich Merz dilaporkan telah melakukan pembicaraan intensif dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Keduanya membahas koordinasi bantuan militer lebih lanjut untuk Kiev serta langkah-langkah diplomasi strategis guna menghadapi tekanan militer Rusia di medan perang.