JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras terhadap Teheran menjelang pertemuan krusial antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, pekan ini.
Trump mewanti-wanti agar Iran segera mencapai kesepakatan guna menghindari risiko besar yang mungkin terjadi.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari AFP pada Selasa (17/2), Trump menegaskan posisinya untuk mengawal jalannya perundingan meski tidak berada langsung di meja diplomasi.
Ia menekankan bahwa pihak Iran seharusnya menyadari risiko tinggi jika dialog kali ini kembali berakhir tanpa hasil nyata.
Dialog bilateral yang dimediasi oleh Oman ini menjadi sorotan dunia internasional setelah ketegangan kedua negara terus memuncak.
Pertemuan di Jenewa akhirnya dapat terwujud menyusul upaya diplomatik panjang dari Oman yang bertindak sebagai jembatan komunikasi di tengah kebuntuan relasi Washington dan Teheran.
Hubungan kedua negara semakin memanas dalam beberapa waktu terakhir setelah Trump berkali-kali melayangkan ancaman terkait sikap keras pemerintah Iran dalam merespons gelombang protes di dalam negerinya.
Selain isu hak asasi manusia, fokus utama Amerika Serikat tetap tertuju pada ambisi program nuklir Iran yang dianggap mengancam stabilitas global.
Hingga saat ini, Amerika Serikat bersama sejumlah negara Eropa terus menyuarakan kekhawatiran mengenai potensi pengembangan senjata nuklir oleh Iran.
Di sisi lain, pemerintah Iran secara konsisten membantah tudingan tersebut dan menyatakan bahwa program nuklir mereka sepenuhnya ditujukan untuk kepentingan damai.














