Tren Cashless Ubah Tradisi Berburu Takjil di Ramadan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Tradisi berburu takjil saat Ramadan kini memasuki babak baru seiring meluasnya penggunaan pembayaran digital. Selain menjadi momen yang dinanti umat Islam menjelang waktu berbuka, fenomena ini juga membawa berkah bagi para pedagang musiman.

Di Jakarta, misalnya, tingginya antusiasme warga dalam mencari hidangan berbuka puasa turut mendongkrak pendapatan pedagang. Tak sedikit pelaku usaha takjil yang mencatat kenaikan omzet hingga dua kali lipat dibanding hari-hari biasa.

Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto, menyoroti pentingnya digitalisasi dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya selama Ramadan.

Menurut Wahyu, para pedagang perlu memperkuat sistem transaksi non-tunai untuk mengakomodasi kebiasaan masyarakat yang kini semakin akrab dengan pembayaran digital.

“Masyarakat sudah mulai terbiasa memanfaatkan sistem transaksi digital,” ujar Wahyu, Minggu (22/2/2026).

Ia menilai, Ramadan tahun ini menandai era baru dalam tradisi berburu takjil, terutama dengan semakin banyaknya pedagang yang menyediakan pembayaran QRIS sehingga memudahkan konsumen.

Wahyu menambahkan, tren transaksi nontunai kini kian lazim dalam aktivitas jual beli sehari-hari. Karena itu, UMKM takjil didorong memanfaatkan momentum Ramadan untuk berkembang sekaligus beradaptasi dengan pola perdagangan modern.

Politikus Partai Gerindra tersebut juga menegaskan bahwa keberadaan UMKM takjil memiliki peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi selama bulan suci.

“Pada dasarnya hal ini sudah menjadi tradisi. Mudah-mudahan usaha musiman ini bisa berjalan dengan baik,” tutupnya.